"
Menuntut Ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, Maka carilah dengan cara yang mulia".
Assalamualaikum Bunda sholehah, kembali lagi saya menulis disini, saya ingin sedikit bercerita, Beberapa hari yang lalu, Baru saja saya di minta untuk menulis sebuah Essay Tentang "
Jika Aku Menjadi Mahasiswi Bunda Sayang" Sebagai syarat untuk mendaftar sebagai Mahasiswi Bunda Sayang. Di Essay tersebut saya menuliskan kalau saya ingin mendalami Ilmu Parenting dan mempelajari 12 Ilmu dasar dalam mendidik anak, dan... Alhamdulillah ternyata sekarang saya sekarang resmi menjadi Mahasiswi Bunda Sayang. Rasanya senang dan terharu ternyata saya bisa masuk dan di terima sebagai Mahasiswi Bunda Sayang Jakarta Banten Batch 5.
Tepat senin malam kelas Pra bunsay dimulai, tidak berbeda dengan kelas Matrikulasi, seperti biasa kami menerima materi dan malamnya ada diskusi di WAG Bunda sayang, juga untuk pertama kaliny di kelas Pra bunsay ini kami di berikan NHW #1 tentang Adab Menuntut Ilmu.
Waah.. Alhamdulillah, untuk saya NHW adalah sebuah tantangan, mengapa demikian? karena saya harus bisa mengerjakannya tepat waktu
sebagai bukti komitmen saya dalam mengikuti Ibu Profesional ini, walaupun saat ini saya memiliki bayi yang baru berusia 3 bulan dan balita yang masih selalu ingin bersama Bundanya.
Pertanyaan di NHW #1 Pra Bunsay ini hampir sama dengan pertanyaan yang pernah di ajukan di NHW #1 Program Matrikulasi yang lalu. dan inilah pertanyaan-pertanyaan itu :
1. Alasan Terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni Ilmu Bunda Sayang?
Saya merasa belum bisa maksimal menjadi seorang Ibu bagi anak-anak, saya butuh banyak belajar untuk menjadi seorang ibu, terutama dalam proses pengasuhan anak dan mengembangkan potensi anak, karena saya ingin menjadi Madrasah pertama bagi anak-anak kami, untuk itu saya ingin sekali mempelajari ilmu parenting melalui kelas Bunda sayang ini. Kelas Bunda sayang ini pemgaplikasian materinya langsung praktek pada anak, dan menurut saya ini akan berjalan optimal, Aamiin.
2. Bagaimana strategi Menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Untuk lebih memahami ilmu parenting, saya lebih sering membaca postingan tentang parenting di web/media sosial dan Buku, Mencoba mata lebar akan perkembangan dunia anak saat ini, karena perkembangan teknologi saat ini benar-benar butuh pengawasan total dari orang tua. Saya mencoba terus mendampingi anak saat bermain. Kakak lebih berminat untuk mewarnai dan membaca buku cerita atau bermain peran (berdialog) dengan robot-robot kesayangannya. Menurut saya, dengan mendampingi anak saat beraktivitas (bermain) merupakan salah satu totalitas orang tua dalam membersamai anak, sehingga anak senang selalu di dampingi orang tuanya, karena yang terpenting adalah kehadiran orang tua.
3. Berkaitan dengan Adab menuntut Ilmu, Perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
Meluruskan niat dan tujuan saya, mengapa saya perlu belajar? karena saya percaya dengan landasan niat yang kuat akan menjadikan saya lebih fokus dan konsisten dalam menyerap serta mengamalkan semua ilmu di kelas Bunda sayang. Kemudian, saya perlu sekali me manage ulang waktu yang saya miliki, karena jujur, semenjak saya memiliki bayi (anak kedua) waktu yang saya miliki seperti tidak tentu, terkadang waktu tidurnya pun berganti-ganti, sehingga schedule daily yang pernah saya buat saat matrikulasi seringkali tidak bisa saya terapkan karena sesuatu dan lain hal. Oleh karena itu saya harus pintar mengatur waktu agar saya bisa menyelesaikan tanggung jawab saya di kelas maupun tanggung jawab utama saya pada keluarga, caranya adalah dengan mengatur ulang waktu (schedule harian) dengan menyesuaikan kondisi saat ini yaitu adanya bayi di tengah kelaurga kami. Bismillah semoga konsisten.
Resume STUDI KASUS PEER GROUP 1 BUNSAY 5 JAKARTA - BANTEN
⭐
*Bagaimana mengantisipasi kesibukan dan godaan agar komitmen mengikuti perkuliahan bisa berjalan dengan lancar dan baik.*
♡ Bismillah, luruskan dan kuatkan niat.
♡ Terus memberi semangat pada diri sendiri, mengingatkan bahwa mengikuti perkuliahan ini bukan sebuah beban tapi sebuah kebutuhan dan nikmatilah setiap prosesnya. Kebutuhan untuk menjadi istri dan ibu yang Allah SWT limpahi keberkahan.
♡ Mendiskusikan, memberi pemahaman dan meminta ijin kepada suami dan anak untuk bisa meluangkan waktu untuk mengikuti diskusi. Bila diperlukan bisa membuat ijin/janji/catatan secara tertulis.
♡ Membuat jadwal secara pribadi. Tidak menunda dan segera memulai.
⭐
*Jika kita memiliki pendapat berbeda dengan apa yang disampaikan fasilitator bagaimana cara menyampaikannya? Dan setelah disampaikan tidak mendapat titik temu, bagaimana menyikapinya?*
♡ Menunggu hingga apa yang disampaikan fasilitator selesai. Hingga bisa jelas dan utuh.
♡ Jika apa yang disampaikan dalam sesi pemberian materi, dan hal yang tidak sesuai itu bersifat prinsip. Akan lebih baik jika disampaikan secara pribadi, tentunya dengan cara dan bahasa yang santun, tahu kapan harus terus berdiskusi dan berhenti ☺.
♡ Jika apa yang disampaikan berupa pendapat dalam sesi diskusi dan itu tidak bersifat mengharuskan kita. Maka tak apa adanya perbedaan itu, karena kita mempunyai latar dan pemikiran yang berbeda-beda.
♡ Jika merasa belum menemukan titik temu, tidak mengapa 😊, tetap tenang dan tidak baper an 😉. Cukup kita tahu apa yang menjadi pendapat setiap orang dan tetap pada apa yang menjadi prinsip kita sendiri.
⭐
*Cara apa yang akan kita lakukan untuk berbagi kebahagian, manfaat dan hikmah yang didapat selama perkulian kepada keluarga, teman dan lingkungan?*
♡ *Keluarga* Mengikuti kelas bunda sayang tentunya atas ijin dan ridho dari suami, agar ilmu yang didapat tidak hanya tersimpan saja namun bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga. Semoga bisa semakin mengeratkan dan membuat setiap harinya berkualitas.
♡ *Teman dan lingkungan*. Berbagi kebahagian melalui cerita secara pribadi (bisa melalui media sosial, atau bercerita langsung) karena telah mempelajari banyak ilmu selama perkuliahan. Berbagi kisah tentang manfaat yang dirasakan ketika membersamai anak dengan lebih bahagia dan menyenangkan.
⭐
*Bagaimana tanggapan kita terhadap teman yang mundur di tengah jalan, cuti bahkan remedial?*
♡ Tak apa, tetap berfikir baik dan positif. Memang disayangkan, namun semuanya pasti memiliki alasan tertentu yang mungkin tidak bisa disampaikan.
♡ Itu sudah menjadi keputusan secara pribadi. Tak perlu menanyakan secara frontal, namun tetap memberikan semangat untuk menempuh jalan yang dirasa lebih baik dan dirasa lebih mampu dijalani bagi beliau.
♡ Hal tersebut sebagai pengingat bagi diri sendiri agar lebih maksimal menjalaninya. Berusaha lebih aktif, mau membuka diri bila membutuhkan bantuan dan saling memberi semangat. *Bagaimana tanggapan kita terhadap teman yang mundur di tengah jalan, cuti bahkan remedial
♡ Tak apa, tetap berfikir baik dan positif. Memang disayangkan, namun semuanya pasti memiliki alasan tertentu yang mungkin tidak bisa disampaikan.
♡ Itu sudah menjadi keputusan secara pribadi. Tak perlu menanyakan secara frontal, namun tetap memberikan semangat untuk menempuh jalan yang dirasa lebih baik dan dirasa lebih mampu dijalani bagi beliau.
♡ Hal tersebut sebagai pengingat bagi diri sendiri agar lebih maksimal menjalaninya. Berusaha lebih aktif, mau membuka diri bila membutuhkan bantuan dan saling memberi semangat.
Halida Nurlaeli
Bunda sayang IIP Jakarta - Banten Batch 5 2019