Tuesday, April 30, 2019

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK GAME LEVEL 2 HARI KE 6


Alhamdulillah masuk ke hari ke 6 Melatih Kemandirian Anak, dan Masih dengan cerita yang sama, Melatih kemandirian kakak Arli. Tidak terasa sudah masuk hari ke 6, dan besok masuk hari ke 7, berarti besok waktunya untuk review satu minggu kemandirian kakak Arli, apa sudah konsisten atau belum. Baiklah kita cerita tentang melatih kemandirian kakak untuk hari ini yukk Bunda.. 😁

Tadi pagi aku harus membawa ade azka ke tempat urut, tetapi hingga pukul 08.00 WIB kakak dan ade belum juga bangun dari tidurnya, karena semalam kakak tidur pukul 11 malam dan ade begadang hingga pukul 03.00 pagi. Jadi terpaksa bunda membangunkan keduanya, mulai dari mematikan Ac, membuka jendela kamar, memanggil keduanya agar bangun dan Alhamdulillah kakak bangun disusul oleh ade yang juga mulai terbangun.

"Kak, ayoo bangun, kita mau ke tempat urut, mau ikut ga?" tanya aku, dengan mata masih mengantuk kakak pun menjawab "Iya, mau bunda", "Ayoo mandi", ajakku. Alhamdulillah walaupun kakak masih dalam kondisi mengantuk tanpa susah payah aku bisa langsung mengajaknya untuk mandi. Setelah mandi seperti biasa kakak langsung memakai pakaian yang akan di gunakan untuk pergi ke tempat urut, tanpa aku perintah langsung kakak ambil minyak kayu putih, mengusapkannya sendiri ke perut dan bagian tubuh lainnya, dan setelah itu langsung menggunakan pakaiannya. Saat mandi sore pun sama seperti itu, Alhamdulillah kak, sudah mulai terbiasa yaa.. hari ini BERHASIL.

Karena terburu-buru untuk pergi ke tempat urut kakak tak sempat sarapan, akhirnya setelah pulang dari tempat urut kakak minta makan dan Alhamdulillah makan sendiri, tapi seperti biasa, kenapa nasinya tidak habis tapi lauknya habis, "ayoo nasinya habiskan kak" pintaku. "Udah bunda". akhirnya yasudah Tanpa ku paksa untuk menghabiskannya, karena kalaupun nanti di paksa pun tidak akan berhasil karena kakak itu seperti punya alarm kenyang sendiri, jadi kalau kekenyangan itu pasti akan merasa mual, jadi sejak kecil aku tak pernah memaksa untuk menghabiskan semua makanan. Makan siang kakak masih sama, makan sendiri tapi tetap masih ada sisa walaupun tak banyak, tapi, makan malam tadi kakak cuma ku beri menu makan nasi yang di tambah kuah sop dan wortel, daaan.. Masya Allah kakak habis bersih tanpa bersisa, aku pun senang kegirangan hehee.., kesimpulan sementara, jadi kalau kakak sudah lapar banget makanan pun habis, atau kalau menunya kesukaan kakak itu bisa menambah nafsu makan kakak. Tapi, kalau aku harus masak menu yang kakak suka saja, itu khawatir kakak bosan, jadi aku hanya masak sayur kesukaan kakak seminggu sekali saja, supaya kakak belajar menyukai menu yang lain yaa kak. 💕

Point makan sendiri untuk hari ini done dan BERHASIL. Alhamdulillah..😍



#hari6
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandir
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Monday, April 29, 2019

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK GAME LEVEL 2 HARI KE 5



Alhamdulillah sudah masuk ke hari ke 5 dari 10 hari tantangan Melatih kemandirian anak. Masih dengan melatih kemandirian kakak Arli yang sedang belajar makan sendiri dan memakai pakaian sendiri.

Pagi tadi kakak Bangun dan langsung menghampiri Bunda yang sedang memasak. "Haloo Bunda.. Kakak pengen mandi", Karena aku belum selesai masak akhirnya ku jawab "Nanti ya kak, Bunda selesain masak dulu", Dan kakak pun mengangguk tanda setuju dan ia pun kembali ke ruang tv. Selesai ku masak tiba-tiba kakak menolak mandi dan bilang "nanti bunda mandinya ade dulu" Akhirnya karena ade azka pun sudah bangun aku langsung mengajak ade azka untuk mandi.

Setelah aku selesai memandikan ade azka, langsung ku ajak kakak untuk mandi dan tanpa menolak kakak pun langsung menghampiri aku dan coba untuk membuka pakaiannya. Dan Seperti biasa, selesai mandi kakak langsung memakai pakaian yang sudah bunda siapkan di kamar. Alhamdulillah untuk skill memakai dan melepas Pakaian ini memang mulai terbiasa, jadi Bunda hanya meminta untuk melepas/memakai dan kakak pun langsung membukanya atau memakainya. Alhamdulillah ya kak mulai terbiasa.. Barakallah.. Berhasil.

Setelah Selesai mandi kakak langsung ku bawakan sarapan nasi goreng dan telor dadar, seperti biasa lauknya aku potong-potong kecil agar kakak bisa dengan mudah memakannya. Begitu pula makan Siang dan makan malam, tidak lagi minta di suapi tetapi memang masih jadi tantangan bunda, karena kakak lebih sering menghabiskan lauknya di banding nasinya, jadi jika kakak masih merasa lapar, lauk yg di sediakan bisa tambah 1-2 kali, tapi selama kakak masih mau memakannya, tetap ku turuti, walaupun waktu makan kakak makin lama, tapi Bunda tidak boleh terpancing dan tidak sabar yang akhirnya makanan di ambil alih untuk di suapi. hehee..
Maaf yaa kak, Bunda tetap harus tega, agar kakak bisa belajar lebih mandiri, karena mandiri bisa meningkatkan peecaya diri. Tetap dengan Semangat yg sering bunda serukan kalau "kakak Arli BISA..💕





hari5
#gamelevel2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Sunday, April 28, 2019

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK GAME LEVEL 2 HARI KE 4


Haiii Bunda semua...Assalamualaikum.. Masih semangatt untuk belajar menjadi Ibu Terbaik bagi keluarga yaa.. Saya pun begitu, masih belajar menjadi Bunda kebanggaan Keluarga.. hehe..

Kali ini, Masih dengan tema yang sama "Melatih Kemandirian Anak" bersama kakak Arli yang ingin dilatih kemandirian dalam hal Makan sendiri dan Memakai pakaian sendiri. Selama 4 hari ini Alhamdulillah kakak bisa di ajak untuk berlatih kemandiriannya, tanpa ada drama nangis karena pengen dilayani oleh bunda. 

Hari ini masih weekend, Bunda sengaja bangun pagi karena ingin buat sedikit sarapan untuk kakak dan Abi. Alhamdulillah azka masih bobo nyenyak jadi bunda pun lebih leluasa untuk menyiapkan sarapan. Sama halnya dengan de Azka, kakak Arli pun masih tidur nyenyak. Setelah kakak Arli bangun, kakak tidak langsung Mandi dan makan, mungkin ada sekitar satu jam kakak baru saja mau mandi. Karena kami akan pergi ke acara Aqiqah tetangga, jadi kakak ingin memakai kemeja dan celana panjang, Sebelumnya kakak belum pernah menggunakan pakaian yang ada kancingnya dan baru kali ini lah bunda mengajari kakak memakai baju yang ada kancingnya, awalnya ia agak kesal karena susah memasukkan kancingnya, tapi setelah bunda bilang harus sabar dan tenang dan sambil sedikit ku ajari caranya, kakak mencobanya sendiri, ia melakukannya dengan pelan-pelan, daaaann.. Alhamdulillah BERHASIL, kakak berhasil memasang kancing kemejanya sendiri, dan saat mandi sore pun Alhamdulillah kakak sudah mulai terbiasa dengan memakai pakaiannya sendiri, Alhamdulillah Bunda seneng.

Setelah mandi, kakak langsung aku tawari untuk sarapan, dan kakak pun langsung meng iya kan tawaranku. Aku pun langsung mengambil nasi beserta lauknya yg sudah ku potong-potong agar kakak lebih mudah memakannya. Tetapi seperti biasanya kakak tidak memakan habis nasinya tapi lauknya habis, padahal aku mengurangi porsi nasinya agar tidak ada nasi yang terbuang, tapi ternyata masih juga menyisakan nasi di mangkoknya. Hmm.. Ini masih jadi PR untukku, bagaimana caranya agar kakak bisa menghabiskan Lauk beserta nasinya.

Siangnya, karena kami pergi ke undangan aqiqah tetangga, kakak pun tidak mau makan disana, alhasil untuk point makan sendiri di siang hari kosong, sedangkan untuk makan malam Alhamdulillah kakak mau makan dan Alhamdulillah nasinya mulai tersisa sedikit saja, mungkin terasa lapar karena siang tadi tidak makan siang.

Jadi, kesimpulannya, untuk latihan kemandirian hari ini Alhamdulillah kakak berhasil mendapatkan Bintang untuk kedua point kemandirian tersebut walaupun ada satu kolom kosong karena kakak tidak makan siang. Alhamdulillah.. sepertinya kakak mulai terbiasa dengan latihan kemandirian ini.





hari4
#gamelevel2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional






Saturday, April 27, 2019

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK GAME LEVEL 2 HARI KE 3



Alhamdulillah tak teraasaa sudah masuk di tantangan hari ketiga ini, Alhamdulllah dari pagi hingga malam  hari tak ada keluhan yang keluar dari mulut kakak Arli.

Pagi tadi kakak bangun agak siang, ia bangun kemudian tak langsung mandi, melainkan sarapan terlebih dahulu, kakak pun makan Nasi Uduk hasil beli Abi tadi pagi. Tanpa diminta, Kakak pun langsung bersedia untuk memakan sendiri dan Alhamdulillah habis. Begitu pula dengan makan Siang dan malam yang tanpa di minta pun kakak sudah dengan otomatis untuk makan sendiri.

Setelah selesai sarapan, karena kami akan pergi berjalan-jalan, maka kakak pun langsung ingin mandi pagi, aku menemaninya mandi pagi, sambil memenuhi kebutuhannya yang lain. Kakak pun bersemangat karena ia pun ingin memperoleh bintang hasil usahanya. Alhamdulillah untuk point Pakai dan lepas Baju sendiri setelah mandi pagi dan sore hari kakak BERHASIL melewatinya tanpa di bantu orang lain.

Sejauh ini Untuk point mandiri kakak Arli hari ini,  bisa di lewati, atau dengan kata lain 'BERHASIL'


Izin untuk tidak meng Upload foto hari ini, karena Bunda lupa untuk mendokumentasikannya, karena kami sibuk dengan waktu 'Weekend' kami.

hari3
#gamelevel2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional



Friday, April 26, 2019

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK GAME LEVEL 2 HARI KE 2


Assalamualaikum Bunda semua.. Hari ini kita masuk ke Tantangan Hari ke 2, Masih dengan tema yang sama yaitu Melatih Kemandirian Anak. Hari ini kakak Arli begitu semangat untuk Mandi "Ayoo Bunda, kakak Pengen Mandi, terus sarapan ya?" Aku yang masih sibuk memasak di dapur pun agak buru-buru menyelesaikannya karena kakak yang ingin cepat-cepat mandi, "Tunggu sebentar yaa, bunda selesain masaknya dulu" jawabku singkat, dan kakak pun menyetujuinya sambil berlari meninggalkan dapur.

Setelah aku selesai masak, akhirnya aku temui kakak dan langsung mengajaknya mandi. Selesai Mandi kakak pun langsung memakai pakaian yang sudah aku siapkan sebelum mandi, dalam hati aku pun berkata 'Alhamdulillah kakak sudah mau belajar mandiri, dan untuk mandi sore pun demikian, tidak sulit untuk mengajak kakak mandi, dan Alhamdulillah mau berpakaian sendiri.

Tantangan hari ke 2 point Memakai - Melepas Pakaian sendiri BERHASIL.

Setelah selesai mandi, aku pun menawari kakak untuk sarapan dan memang sedari aku masak ia bilang kalau perutnya sudah lapar, tanpa banyak tanya lagi, aku langsung membawakannya sepiring nasi beserta sayur dan ikan kesukaannya, karena aku harus menemani ade azka dan menyusuinya maka kakak tidak aku temani saat makan. Setelah beberapa menit, aku menemuinya untuk melihat kakak yang sedang sarapan, dan Alhamdulillah makanannya habis tak bersisa.. "Waaah.. Alhamdulillah yaa, habis ya kak mam nya?" Dan kakak pun tersenyum senang. Akhirnya setelah selesai makan kakak pun menagih untuk memasang bintang karena ia berhasil makan sendiri. "Ayoo Bunda, aku mau bintang warna oren" Sambil tersenyum kuberikan potongan bintang berwarna orange.

Siang harinya setelah kakak ikut jalan-jalan mengunjungi rumah sepupunya bersama nenek, ia merasa lapar, dan ia pun mengatakan "Bunda, mau makan, laper", Iyaa kak, sebentar bunda ambil yaa", dan karena ade Azka sedang bobo, akhirnya bunda bisa menemani kakak makan siang yang disambi nyetrika. Alhamdulillah kakak mau makan sendiri lagi dan makannya pun hampir habis walaupun tersisa sedikit. Namun berbeda dengan sarapan dan makan siang, makan malam kali ini kakak tidak mau makan sendiri, entah karena kenyang ngemil atau karena malas tapi yang pasti ia ingin di suapi dan hanya sedikit saja nasi yang masuk ke dalam perutnya. Dan dengan berat hati karena tantangan ini menggunakan sistem Forward dan consequence jadi terpaksa bunda pun memberikan tanda silang pada point makan sendiri di jam sore.
hikss.. sangat di sayangkan, tapi aku coba untuk konsekuen pada kakak, dan kakak pun sedikit kecewa karena memperoleh tanda X di kolom bintangnya.

Kakak..Besok Kita kumpulkan bintang lagi yaa.. Belajar untuk konsisten, Kakak Arli bisaa.. 😍😘





hari2
#gamelevel2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Thursday, April 25, 2019

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK GAME LEVEL 2 HARI KE-1


Alhamdulillah, Akhirnya masuk juga di game level 2, di level 2 ini kita bertemu dengan materi Kemandirian Anak. Yupzz.. Ini materinya cocok bangett dengan kakak Arli yang perlu untuk di latih kemandiriannya. Sebenernya untuk usia kakak Arli yang sekarang berusia 4 tahun 7 bulan seharusnya sudah bisa untuk melakukannya sendiri seperti makan sendiri, ambil minum sendiri atau membuka dan memakai pakaiannya sendiri, namun karena kakak Arli itu sampai usianya 4 tahun, ia masih menjadi anak semata wayang, jadi lah apa-apa masih di layani oleh bunda. Bunda masih memanjakannya, walaupun sedikit- sedikit dan pelan-pelan kakak mulai di biasakan untuk melakukan sesuatu sendiri semenjak adiknya masih di dalam kandungan. Namun, saat adiknya lahir, ia mulai menunjukkan rasa irinya, sehingga semua kebutuhannya ingin di layani oleh bunda. Tetapi, saat ia sudah menerima keberadaan adiknya dan mulai mengakuinya sebagai kakak, Alhamdulillah ia mulai mau untuk makan sendiri atau pakai baju sendiri. Sebelum saya mendapatkan materi ini, saya sudah memulai membiasakan melakukannya sendiri.

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting? 


Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningkatkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya. Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

Untuk hari pertama tantangan 10 hari ini, sebelum Aku melakukan tantangan ini, Aku mulai dengan sounding terlebih dahulu kepada kakak Arli, Aku menjelaskan kalau kami akan belajar untuk melatih kemandirian, Aku memilih point pilihan apa saja yang ingin kakak Arli latih di dalam dirinya. point itu adalah :
  1. Makan Sendiri
  2. Tidur tanpa pegang Bibir Bunda
  3. Merapikan mainan sendiri
  4. Memakai dan melepas Pakaian sendiri

Dan akhirnya kakak Arli memilih no 1 dan no. 4, Bunda pun setuju karena memang semenjak punya bayi, agak kerepotan kalau harus menyuapi sambil gendong ade azka, atau terkadang kakak sudah ingin makan, tetapi bunda sedang menyusui ade, itu membuat kakak harus menunggu lama untuk makan. 

Untuk tantangan Melatih kemandirian ini seharusnya kita menggunakan One week one skill, tetapi karena kakak memilih 2 point yang bunda ajukan, jadilah one week two skill hehehehe.. Bismillah yaa kak, bisa..Semangattt.. 😁

Untuk melatih kemandirian, saya mempersiapkan tabel kemandirian dengan sistem Bintang menggunakan reward and consequences, jadi kalau kakak Arli berhasil makan sendiri dan pakai serta lepas pakaian sendiri ia berhak menempel bintangnya. 

Pagi tadi, kakak meminta sarapan, sedangkan bunda masih di sibukkan dengan ade azka yang ingin mimi, akhirnya bunda hanya mengambilkan nasi dan lauknya yang sudah di potong-potong, bunda bilang "kakak mau kan makan sendiri?" dan kakak pun menjawab dengan lantang "siapp Bunda". dengan rasa senang aku pun memberikan jempol untuk kakak Arli. Karena aku harus menyusui ade Azka jadi kakak tidak aku temani sarapan, tetapi memang makan sendiri, walaupun banyak Nasi yang berceceran tapi lumayan banyak yang di makan, tetapi sarapan tadi memang tidak sampai habis, tapi tetap ku berikan apresiasi berupa bintang yang ia sendiri yang menempelnya. Kakak pun senang bisa memperoleh Bintang. Sedangkan untuk makan siang dan makan malam, masih sama seperti sarapan tadi, kakak mau makan sendiri tapi makannya tidak habis, masih menjadi PR bunda, untuk bisa meningkatkan nafsu makan kakak yang terkadang banyak tapi tidak jarang juga nasi yang di makan sedikit, tetapi memang sejak mulai makan usia 6 bulan lalu, Aku tidak pernah memaksakan kakak untuk menghabiskan makanannya, biarlah asalkan ada makanan yang masuk ke dalam perutnya walaupun sedikit. 

Sedangkan untuk point memakai dan melepas pakaian sendiri, terkadang kakak masih ingin di pakaikan, apalagi jika sedang asyik menonton, tetapi tadi setelah mandi pagi dan mandi sore, Alhamdulillah kakak mau memakai pakaiannya sendiri, hingga menyisir rambutnya pun sendiri. Alhamdulillah bunda pun senang melihat kakak yang sudah mau di latih untuk mandiri, Mudah-mudahan besok pun sama seperti hari ini yaa kak.. Yukk semangatt Belajar Mandiri. 

Alhamdulillah Tantangan hari pertama BERHASIL. 😆






#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#bundasayang
@institut.ibu.profesional



Halida Nurlaeli
Bunda Kesayangan Keluarga

Saturday, April 20, 2019

ALIRAN RASA KOMUNIKASI PRODUKTIF BUNDA SAYANG INSTITUT IBU PROFESIONAL


Tidak terasa tantangan 10 hari sudah di lalui, bahkan saya mengerjakannya hingga hari ke 15, bukan untuk mengejar Badge 'You Are Excelent' tapi saya mencoba melatih diri ini untuk konsisten dalam mengerjakan tantangan komunikasi produktif ini, juga sebagai ajang melatih diri ini untuk bisa belajar berkomunikasi produktif pada anak dan pasangan. Walaupun saya merasa belum sepenuhnya bisa mengaplikasikan komunikasi produktif ini di setiap percakapan sehari-hari pada anak maupun pasangan.
yupss.. saya terkadang belum bisa menahan emosi terutama saat tubuh lelah dan anak tidak menuruti apa kata bundanya. Tetapi setelah mengetahui dan mulai belajar untuk mengaplikasikan poin komunikasi produktif dalam komunikasi sehari-hari, saya merasa lebih memiliki rem dalam berkomunikasi dan saat berbicara pada anak dan pasangan, saya coba untuk dipikirkan terlebih dahulu, apa ini baik untuk di ucapkan atau tidak.

Alhamdulillah, bisa bergabung dengan kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini, disini saya banyak mendapatkan pelajaran, baru materi pertama saja saya sudah mendapatkan manfaat yang luar biasa,
dan ini adalah awal dari belajar sepanjang hayat yang harus tetap saya jalani, walaupun tantangan game level satu ini telah berakhir.

Terimakasih untuk partner Komunikasi Bunda, Kakak Arli dan Ade Azka juga Abi nya Anak-anak, Bantu Bunda untuk selalu belajar berkomunikasi dengan baik pada kalian semua. Juga untuk teman-teman di Grup Peer 1 Karena selalu menularkan semangat yang sangatt hebat sehingga bisa memacu untuk semangat melaksanakan tantangan demi tantangan.. Bismillah.. Belajar terus yaa Bunda semua..😘


Halida Nurlaeli

Thursday, April 11, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 15



Haii..Assalamualaikum.. Alhamdulillah tidak terasa ini sudah masuk di hari ke 15 Tantangan Komunikasi Produktif Game Level 1, Sebenarnya saya tidak yakin, apakah komunikasi yang saya lakukan selama 15 hari ini sudah benar-benar masuk ke dalam komunikasi produktif atau masih belum termasuk kategori produktif. Tapi selama 15 hari ini saya benar-benar mempraktekkan komunikasi produktif ini kepada pasangan dan Anak, dan semoga hasil komunikasi yang saya lakukan sudah masuk kategori komunikasi produktif yaa. Aamiin.. 😆

Point Komunikasi Produktif : Menahan Emosi
Subjek : Kakak Arli (4 tahun 7bln)

Yuppz sudah jadi kebiasaan kakak Arli yang suka menahan Buang Air kecil, apalagi kalau sedang main, seolah ia malas untuk bilang, karena ia terlalu asyikk bermain. kalau belum begitu ingin Buang Air Kecil ia tahan hingga benar-benar ingin Buang Air kecil. Hufft.. kebiasaan yang tidak baik, sudah berapa kali aku beritahu kalau ingin Buang Air kecil harus cepet bilang, karena menahan pipis itu banyak kumannya, itu yang selalu aku ucapkan kalau ia terburu-buru saat ingin Buang Air kecil dan ia pun sebenarnya sudah paham akan hal itu.

Sore tadi ia sedang main dengan Pakwo nya (Uwa dalam bahasa Palembang), entah apa yang ia lihat, sampai begitu sulitnya untuk menunda mainnya dan pergi ke kamar mandi, kemudian tiba-tiba lari ke kamar menemui aku dan bilang "Bunda.. pengen pipis" ayo buka celananya "pintaku" akhirmya ia buka dan cuuurrrr keluar. Huftttt.. aku hanya bisa buang nafas panjang, sambil bilang tuhh kan kakak pipisnya ga sempet di kamar mandi" akhirnya aku langsung ambil lap dan pel dan ku bersihkan lantai yang ada ompolnya. Sambil ku bersihkan dalam hati ku bergumam "Ya Allah kak, Bunda dikasih kerjaan, mana Ade juga nangis karena di tinggal di kamar" Tapi ucapan itu tidak ku ucapkan langsung pada kakak Arli, sesekali ia melihat wajahku dan ia mulai bertanya "Bunda ga marah? langsung ku jawab "ga marah, ga apa-apa kak" Maaf yaa Bunda kakaknya ngompol" dan ku jawab "iyaa, ga papa, yuk kita sekalian mandi aja" dan akhirnya aku pun memandikan kakak Arli.

Alhamdulillah.. aku bisa menahan emosi, Alhamdulillah itu berarti nalar masih panjang, karena aku teringat dengan Bacaan dari salah satu buku yang pernah aku baca "ompol anak bisa di bersihkan, Air tumpah bisa dibersihkan, sedangkan luka hati anak sulit disembuhkan, ia akan membekaa lama di dalam hatinya. Pernyataan itu membuat aku untuk tetap memiliki nalar yang panjang dan sedikit emosi, dan Alhamdulillah aku bisa menahannya.

Lain kali jangan pernah menahan Buang Air kecil lagi ya kak..😅 Love kakak Arli💕

#hari15
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional





Wednesday, April 10, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 14


Masya Allah, Alhamdulillah saya sudah masuk hari ke 14 komunikasi Produktif ini, Semoga saya bisa mengaplikasikannya di komunikasi sehari-hari, belajar untuk berkomunikasi dengan baik, baik dengan pasangan maupun dengan anak.
Kali ini Komunikasi produktif saya adalah dengan kakak Arli, beginilah ceritanya :


Point Komunikasi Produktif : Intonasi suara dan suara ramah
Subjek : Kakak Arli (4 thn 7 bln)


Kemarin kakak main ke rumah tetangga, lama sekali main di sana, mungkin sekitar 2 jam kakak main di rumah temannya itu, karena sudah terlalu lama, aku pun menjemputnya, ternyata di rumah tetangga kakak di ajak main game di handphone, padahal kalau di rumah kakak tidak pernah main game. Pantas kakak betah sekali main disana, mungkin karena menemukan hal baru di rumah temannya itu. Awalnya aku pun merasa kesal, karena kakak mulai kenal dengan game, aku khawatir ia akan mulai menyukai game dan akhirnya ia menemukan kesenangan tersendiri pada game. aah itu lah kekhawatiran aku ketika melihat anak-anak sebayanya sudah di fasilitasi dengan benda gepeng itu. Dengan nada yang pelan ku coba menasehati kakak dan aku katakan kalau besok ada temannya datang, main dirumah saja, tidak usah main kerumah temannya lagi dan kakak pun menyetujuinya.

Keesokan harinya, temannya pun datang lagi untuk mengajak bermain, baru saja temannya masuk ke dalam rumah, kakak langsung mengatakan kepada temannya "kata Bunda mainnya di rumah aja ya, gausah main kerumah kamu" dan temannya pun setuju, jadilah mereka main di rumah. Daripada main kerumah temannya dan di pinjami hp, lebih baik semua mainan keluar, pikirku. 😁

hari14
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Tuesday, April 9, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 13

Waaaah Alhamdulillah.. udah masuk hari ke 13, itu berarti tinggal 2 hari lagi saya bisa menyelesaikan tantangan 15 hari ini. Komunikasi Produktif kali ini masih pada komunikasi produktif pada anak, yuuk... kita mulai bercerita.. 😅


Point Komunikasi Produktif : Keep Information Short and Simple
Subjek : Kakak Arli (4 tahun 7 bulan)

Pagi Tadi kakak sedang bermain mengirimkan paket karena ia sedang tidak sabar menanti kedatangan paket mainannya datang. Kemudian kakak Arli yg sedang bermain mengirimkan paket dengan menunggang mainan mobilannya, ia bolak balik mengantarkan paket layaknya pengirim paket yang datang kerumah. Paket yang ia kirimkan untuk Adiknya, nenek, pakcik dan juga Bundanya, karena dirumah saat itu hanya ada kami. Mulai dari ia mengirim paket untuk adiknya berupa mainan, kemudian untuk neneknya dan seterusnya ia bolak balik mengantarkan paket tersebut. Akhirnya setelah ia bolak balik mengantarkan paket, kakak bilang ingin istirahat dulu, akhirnya aku tanya "kurirnya kecapean ya?", "kurir itu apa bunda"? "Itu yang nganterin paket namanya kurir" jawabku singkat. Kemudian Arli seperti baru menemukan kata baru di dalam kosakatanya, akhirnya ia langsung bilang ke neneknya "nek.. kata Bunda aku ini lagi jadi kurir", dan neneknya pun bertanya "apa kurir itu?" Itu nek, yang suka ngirimin paket" dan neneknya pun membenarkan "ooh gitu, iya emang kalau yang suka kirim paket itu namanya kurir".

Begitulah kepolosan dan keaktifan seorang kakak Arli. Semoga kamu bisa mengeksplore semua informasi yang belum kamu ketahui dari mana pun.

#hari13
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Monday, April 8, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 12


Bismillah.. Mencoba melanjutkan Tantangan 15 hari yang sekarang sudah masuk ke hari 12, kali ini saya kembali lagi berkomunikasi dengan anak pertama saya kakak Arli.

Point Komunikasi Produktif : Keep Information Short And Simple
Target : Kakak Arli (4th7bln)

Kemarin kakak baru saja menonton episode terbaru dari Nussa Rara yang berjudul Libur jangan Lalai. Di episode tersebut di ceritakan bahwa Nussa dan Rara sedang asyik menonton, hingga ada suara adzan di masjid pun mereka belum juga beranjak untuk sholat dengan alasan di TV pun belum adzan, umma (Ibu dari Nussa dan Rara) Menjelaskan kalau adzan tidak tergantung pada TV tetapi kalau sudah matahari terbenam berarti sudah masuk waktunya sholat magrib.

Kakak Arli pun mulai mengerti tentang Matahari terbenam, dan juga adzan yang menunjukkan waktu sholat. Aku iseng bertanya kepada kakak "kak, kalau di TV adzan, kenapa ya di sini (Palembang) belum adzan juga?" dan kakak pun menjawab "Tapi bunda, kalau kita lagi di Serang, di TV adzan, di masjid juga sama adzan juga" iyaa kenapa begitu?" aku pun tanya kembali. Soalnya kalau di Palembang itu, kalau di TV Adzan disini belum gelap kaya di Serang, Kalau di Serang, di TV adzan di Masjid juga adzan, soalnya udah gelap". Begitulah Penjelasan dari kakak Arli, dan Aku pun membenarkan jawaban kakak Arli dengan wajahnya yang masih terlihat polos kemudian aku pun memberikan sedikit penjelasan, "Iyaa yang di bilang kakak memang benar, TV itu kan waktu adzannya sesuai dengan waktu di Jakarta, kalau di Palembang, di TV udah adzan, kita harus nunggu lagi sekitar 10 menit untuk adzan, karena ada perbedaan waktu, nah kalau di Serang karena dekat dengan Jakarta, jadi kalau di TV adzan kita ga perlu nunggu lama lagi untuk ngedenger adzan di masjid, gitu kak" dan kakak pun mengangguk tanda mengerti.

Alhamdulillah kakak mulai mengerti kapan waktunya Sholat.

hari12
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional





Sunday, April 7, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 11



Bismillah.. saya akan mencoba menambah tantangan 10 hari ini dengan melanjutkan tantangan 15 hari ini, Bukan karena ingin memperoleh badge excelent tapi ini semata-mata untuk melatih saya dalam berkomunikasi pada pasangan atau pada anak-anak maupun anggota keluarga lainnya.
Komunikasi produktif kali ini saya mencoba belajar berkomunikasi pada pasangan, dan bagi para pembaca sekiranya berkenan saya ingin para pembaca mengkoreksi tulisan saya ini agar saya bisa memperbaiki kesalahan saya dalam berkomunikaai agar komunikasi yang di hasilkan menjadi komunikasi produktif.


Point Komunikasi produktif : Clear and Clarify
Subjek : Suami

Kemarin aku baru saja di kabari oleh bagian Marketing perumahan kalau rumah kami sudah sampai pengecatan bagian luar dan dalam. Bagian Marketing memberikan kabar kepadaku karena mungkin yang memantau perkembangan pembangunan rumah adalah aku yang nantinya semua informasi itu aku lanjutkan lagi kepada suami.

Menjelang magrib Suamiku baru saja pulang dari kantor, sesampainya dirumah seperti biasa suami pergi sholat magrib kemudian isya. Biasanya kami mengobrol apapun itu saat makan malam tiba, karena di situlah kami bisa bertukar pikiran, tetapi obrolannya hanya yang ringan-ringan saja, seputar apa saja yang aku lakukan dari pagi hingga sore bersama anak-anak atau suami yang bercerita tentang pekerjaannya di kantor.

Kemudian karena siang tadi aku baru saja di kabari oleh marketing perumahan, maka obrolan kami seputar gubuk kecil kami yang hingga kini belum juga selesai pembangunannya. dan begini lah kira-kira pembicaraan kami :

A : "Abang, tadi ada telepon dari Marketing perumahan, kalau rumah udah di cat bagian dalam dan luarnya".
S : "Ooh..udh di cat ya? Trus gimana listriknya?"
A : "Aku juga udah tanya itu sih, tapi katanya belum dan segera di kerjakan"
S : "Lamaaa juga ya prosesnya".
A : "iyaa lama.. (Menyambung pembicaraan) Oiya nanti kalau udah beres, kita ga usah bikin pagar depan dulu ya, kita bikin pagar belakang dan keramik belakang dulu ya bang?"
S : "iya boleh, berarti sehabis lebaran aja ya kita lanjut lagi pengerjaannyaa?"
A : "iyaa.. biar agak longgar waktunya".

Kemudian setelah kami membicarakan tentang gubuk kecil kami, kami pun membahas obrolan seputar kerjaan suamiku di kantor, dan berlanjut ke obrolan lainnya hingga makan malam selesai.

Done !! berhasil.. Alhamdulillah 💕



#hari11
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional



Saturday, April 6, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 10


Alhamdulillah... Akhirnya sampai juga di tantangan hari ke 10, tidak terasa ternyata saya bisa melewati 10 hari tantangan yang di berikan, walaupun saya merasa kurang maksimal dalam menjalaninya, tapi saya sudah mencoba untuk konsisten menjalani tantangan 10 hari ini. Biasanya saya melakukan tantangan game level 1 komunikasi produktif ini pada kedua anak kami yaitu Arli dan Azka, tetapi untuk tantangan hari ke 10 ini saya coba untuk melakukan komunikasi produktif pada pasangan, tetapi saya belum bisa mengaplikasikan semua point yang ada di komunikasi produktif pada pasangan ini, saya baru mencoba untuk melakukan komunikasi hanya satu point komunikasi. berikut cerita yang kami lakukan:

Point komunikasi produktif : Intensity of eye contact
Target : Suami

Kemarin malam suamiku baru saja pulang dari kantor sekitar pukul 7 menjelang isya, dan ia langsung berganti pakaian karena akan pergi sholat isya di masjid. Sudah menjadi rutinitas suamiku untuk sholat berjamaah di masjid, Jika tidak sedang buru-buru ia pergi ke masjid dengan memakai pakaian rapih (Pakaian koko), sedangkan kemarin malam dikarenakan dalam keadaan buru-buru ia hanya berganti pakaian dari pakaian batik kantor di ganti dengan kaos seadanya. Tetapi, ketika ia baru saja selesai wudhu dan hendak berangkat ke masjid, ia baru teringat kalau malam itu ada undangan untuk hadir di acara Isra Mi'raj di masjid, dan ia akan pergi begitu saja dengan menggunakan kaos, padahal ia akan menghadiri acara di masjid. Langsunglah aku menyarankan untuk mengganti pakaian rapih, dan beginilah kira-kira percakapan kami :

A : "Abang, ganti baju ya, kan mau hadir di acara Isra Mi'raj.
S : "Aah.. pake baju ini aja"
A : Koq pake kaos, malu donk, yang lain rapih,ini malah pake kaos.
S : "duh.. Badannya masih keringetan, ga usah yaa (ia tersenyum sambil melihat mataku)
A : (dengan sedikit mendekat, dan ku balas tatapan matanya sambil ku beri senyum) "Ayoo donk Abang, ganti baju ini (dengan nada manja 😅) "ini bajunya udah aku ambil"
S : "Ga usah ajaa yaa?"
A : "ih ga ahh, malu nantinya, ganti baju ini aja yaa" 

Setelah beberapa kali aku mengulang permintaan ini, akhirnya suamiku mau mengganti pakaiannya, mungkin ga tega melihat istrinya meminta untuk mengganti pakaiannya. Memang yaa, suamiku itu hampir selaluu memenuhi permintaan aku, selagi ia bisa memenuhinya. Makasiih Abi..💕

Hehehe.. Berhasil. 😉


#hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Friday, April 5, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 9


Point Komunikasi Produktif : Menunjukkan Empati
Subjek : Kakak Arli (4,5 bulan)

Pagi itu Baby Azka baru saja tidur, sedangkan kakak minta untuk sarapan. Yuppz.. Rutinitasku selain mengasuh baby azka, ya masih mengurusi kakak Arli yang segala kebutuhannya masih dilayani oleh Bunda.

Saat aku sedang menyuapi kakak Arli, tiba-tiba Baby Azka terbangun dari tidurnya, sehingga aku harus menyusui Baby Azka dan menunda kakak Arli untuk sarapan. Tetapi aku meminta izin terlebih dahulu kepada kakak Arli "kak, adenya bangun, Bunda Mimi dulu ya, nanti kita lanjutin lagi sarapannya ya?" Karena mungkin kakak pun masih lapar, ia pun belum memberikan izin "Nanti bunda, makan dulu, kakaknya laper". Terdengar dari kamar baby Azka tangisannya makin menjadi-jadi, dalam hati rasanya pengen langsung ku kejar baby Azka untuk mimi, tapi ku tahan, aku ingin kakak Arli mau menunjukkan rasa empati kepada adiknya. Akhirnya ku tanya lagi pada kakak Arli "tuh kak, Ade nangis kasian kan, udah dulu ya kak, nanti kita lanjut setelah mimi in ade atau kakak mam sendiri, nih bunda bantu potong-potong ya telurnya. daan Alhamdulillah kakak pun menjawab "iya Bunda Boleh mimi dulu" Langsung lah aku lari menemui Baby Azka.

Selang beberapa menit, tiba-tiba kakak Arli masuk ke dalam kamar dan bilang "Bunda mamnya udah mau habis, tadi kakak makan sendiri" Aku langsung senang mendengar ucapan kakak itu dan langsung ku acungi jempol sambil ku katakan "Masya Allah pinternya Anak Bunda".

Terimakasih ya nak untuk pengertiannya, jadilah kakak yang baik untuk adikmu. 😘 Love Kakak Arli.


#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Thursday, April 4, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 8


Point Komunikasi Produktif : Keep Information Short n simple + Intonasi suara dan gunakan suara ramah
Subjek : Baby Azka (4 bulan)

Baby azka sering sekali mimi, intensitasnya sering tapi sekali mimi tidak begitu lama, paling sekitar 15-20 menit.
Kakak Arli kalau ingin Buang Air Kecil masih harus di temani, tetapi terkadang kalau lampu kamar mandi menyala ia bisa Buang Air Kecil sendiri tetapi tetap pengawasan.
Siang itu aku sedang menyusui Baby Azka, baru saja sebentar aku menyusui tiba-tiba datang kakak Arli yang lari dari ruang TV masuk ke kamar dan bilang "Bunda pengen pipis" lalu ku jawab "nanti kak, ade baru aja mimi", kakak pun tergesa-gesa karena mungkin tidak bisa menahan lagi, "Ih cepet Bunda, Pengen Pipis", akhirnya dengan terpaksa aku coba berbicara dengan Baby Azka "de, bisa lepas dulu ga mimi nya?, Bunda mau anter kakak pipis dulu". Azka pun masih di posisinya, seolah-olah ia masih haus dan tidak mau berhenti. Aku pun terus mengulang kalimat permintaan itu "de.. yukk lepas dulu miminya, nanti kita lanjut lagi". Akhirnya setelah 3-4 kali kalimat itu aku ulang, akhirnya baby Azka pun melepas miminya dan aku pun langsung mengantar kakak Arli ke kamar mandi. Alhamdulillah.. 😊

Makasih ya de, walaupun usiamu masih hitungan bulan, tetapi Baby Azka sudah mulai mengerti ucapan Bunda, Terimakasih untuk pengertiannya dan terima kasih karena mau mengalah untuk kakak. Love Ade Azka.. 😍😘



hari8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Wednesday, April 3, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 7




Point Komunikasi Produktif : Observasi 
Subjek : Kakak Arli (4,5 thn)

Kemarin kakak di ajak jalan-jalan oleh neneknya, kemudian sepulangnya kakak jalan-jalan kemudian aku mencoba bertanya pada kakak 

Bunda : "Waaah.. senengnya yang abis jalan-jalan, bawa oleh-oleh ya?"
kakak : (dengan wajah senang) Bunda, ini agar-agar hijau (kakak mulai bercerita) Bunda tadi kakak makan pempek abis 3 loh" 
Bunda : "Waaah..hebat.. enak yaa kak pempekny?"
Kakak : "Tapi Bunda, kakaknya muntah kayanya sih kekenyangan" 
Bunda : "dimana kak?" 
Kakak : "Di tempat makan pempek tadi".
Bunda : "Seneng ya kak abis jalan-jalan sama nenek?"
kakak : "Iyaa.. (Dengan wajah berseri-seri).

Alhamdulillah kalau kakak seneng, Bunda ikut seneng juga.. 😍



#hari7
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional





Tuesday, April 2, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK GAME LEVEL 1 HARI KE 6


POINT Komunikasi Produktif : Ganti perintah dengan Pilihan
Subjek : Kakak Arli (4,5 tahun)


Weekend kemarin anak-anak bangun agak siang, di tambah cuaca hujan, sehingga aku pun masih bermalas-malasan di rumah. Tapi ternyata aku harus membuat nasi goreng karena kakak biasanya ingin sarapan nasi goreng dan telur dadar.

Selesai membuat nasi goreng, tak lama lagi kakak bangun dan baby azka pun ikut bangun. karena keduanya sudah bangun, aku biasanya langsung mengajaknya mandi, dan biasanya aku memilih kakaknya dulu yang ku mandikan karena terkadang jika sudah asyik bermain, agak susah mengajaknya untuk mandi, jadi ku tanya pada kakak :

Bunda : "kak, mandi yuk..? "
Kakak : "nanti bunda, mau liat ini dulu"

Karena aku harus memandikan baby azka yang tidak bisa menunggu lama khawatir nangis, akhirnya aku membuat pilihan untuk kakak

Bunda : "Ya udah kalo gitu pilih mana nih ya, mau mandi sekarang sama Bunda, atau mandi nanti tapi sama Abi?"
Kakak : Mandi nanti tapi sama Bunda (hehehe..itu sih ga ada di pilihan kak😂)

Karena kakak belum menjawab pilihan tadi, aku coba tanya ulang kalimat pilihan tadi, akhirnya dengan wajah lesu kakak pun menjawab "Mandi sama Bunda sekarang" (sambil turun dari kursi). Yeeee.. akhirnya kakak menentukan pilihan juga walaupun mungkin terpaksa karena tidak mau mandi sama Abi. hehee..

Nanti belajar mandi sendiri yaa kakak 😉




#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Monday, April 1, 2019

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 HARI KE 5



Point Komunikasi Produktif : Mengatakan keinginan
Subjek : Kakak Arli (4,5 thn)


Kakak Arli sering sekali menahan Buang Air kecil, jadi kalau belum betul-betul ingin Buang air kecil dia tidak mengatakannya, karena biasanya dia sedang asyik bermain dengan mainannya.

Sore itu kakak sedang menonton video ultraman, tiba-tiba kakak gerak-gerak, goyang-goyang sama seperti orang yang sedang ingin pipis, terlihat dari gerakannya. Akhirnya aku tanya

Bunda : "kak, pengen pipis ya?"
Kakak : "engga bunda" (padahal terlihat sekali gerakannya)
Bunda : "yang bener?? yukk kita pipis?"
kakak : "engga pengen pipis"
Bunda : (kali ini aku diamkan) kalau pengen pipis, ga usah di tahan yaa"
Kakak : (kakak menjawab dengan anggukan)

Lama aku tunggu permintaan kakak untuk di antarkan ke kamar mandi untuk Buang air kecil, ia masih saja asyik dengan mainannya, akhirnya aku tanya lagi :

Bunda : "pengen pipis engga kak?" kalau pipis di tahan takut sakit" ayoo bilang sama bunda yaa"
Kakak : (tak lama dari ucapanku tadi) Bunda, kakak pengen pipis (sambil gerakannya yang sangat tergesa-gesa seolah ingin cepat masuk kamar mandi)

sambil mengantar kakak ke kamar mandi aku bilang "kak, kalau pengen pipis, cepet bilang sama bunda, biar engga buru-buru kek gini", dan kakak pun mengangguk sambil bilang "iya Bunda".

Dalam hati kesal juga sebenernya dengan sikap kakak ini tapi aku coba menahannya. Sabar bunda sabar.. 😂



hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional




SEBUAH CATATAN TENTANG "AKU"

Assalamualaikum Aku..?? Apakah kamu baik2 saja?? Apa kabar harimu?  Bagaimana hatimu saat ini?? Senangkah?? atau hatimu sedang tak...