Saturday, February 29, 2020

DAY 9 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG




Assalamualaikum Bundaa... Haii.. Haii.. Lagi-lagi bersyukur banget bisa tetap konsisten dengan kelas Bunsay ini, Gimana ga konsisten, abis materinya aja berkelanjutan, yang sedang kita alami, dan ini adalah ilmu dasar dalam mendidik anak.

Hari ini kita masuk hari ke 9, itu berarti sehari lagi kita akan menyelesaikan diskusi dengan tema-tema yang kereeeeen banget. Kali ini kelompok yang tampil dalam diskusi ini adalah dari kelompok 2 dengan Tema "Pendidikan Fitrah Seksualitas sejak dini".

Pendidikan....

Apa sih pendidikan itu?

Pendidikan adalah Proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan dan latihan.

Dengan adanya pendidikan, seseorang yang awalnya belum bisa menjadi bisa dan yang tidak tahu menjadi tahu.

Jadi, Apakah Pendidikan fitrah seksualitas itu??

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan perempuan atau laki-laki, tidak ada yang lainnya.

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَاْلأُنثَى

Dan bahwasanya Dialah (Allah) yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. [An Najm : 45].

Dari perbedaan inilah fitrah seksual yang mesti kita bangkitkan. Dan jelas Menurut Ust. Harry Santosa dalam bukunya Fitrah Based Education (FBE), bahwa yang diharapkan dari berkembangnya fitrah seksualitas ini adalah kelekatan orang tua, membuat figur yang ideal tentang sosok laki-laki dan perempuan.


Lalu apa pentingnya pendidikan fitrah seksualitas ini?
Anak menjadi tahu siapa dirinya, gendernya, juga bagaimana cata bersikap karena mendapat contoh peran dari ayah dan ibunya.

Berikut adalah Cara / aktivitas yang dapat Orang tua lakukan untuk mengembangkan fitrah seksualitas, di simak yaaa Bundaa..





Nahh.... Pertanyaannya nih Bunda, sudahkah kita menciptakan kedekatan yang baik dengan Anak, yukk.. kita sama-sama menciptakan kedekatan yang baik dengan anak, agar tumbuh kembang mereka berkembang dengan baik sesuai fitrahnya. 

---------------


#day9
#tantangan10hari
#bundasayang
#gamelevel11
#fitrahseksualitas
#pendidikanfitrahsejakdini


DAY 8 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG



Haiii.. Balik lagi dengan Bunda di Game 11,Yuupz.. Hari ini Senin, sempet hectic juga yaa karena Bunda harus menyiapkan bekal Pak suami dan Kakak. Semangat Bunda, hari ini masuk hari ke 8 tantangan 10 hari di game level 11 ini.

Kali ini, kelompok yang presentasi yaitu dari kelompok lima, dengan tema "PENTINGNYA AQIL BALIGH SECARA BERSAMAAN", dari temanya, menarik yaa,, sangat ingin mengetahuinya sebagai persiapan 2 jagoan sholeh di rumah. Sebagai bekal nanti apabila Anak-anak sudah masuk usia Aqil Baligh.

Yuukk.. sebelumnya kita simak materi berupa Video dari kelompok 5 dulu yaa Bunda..



Kenapa sih Aqil Baligh itu harus bersamaan??

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan?? apa misalnya?  ada yang tahu Bunda, sekarang banyak terjadi Bullying, Mahasiswa merasa salah masuk jurusan, Bunuh diri, LGBT, Hamil diluar nikah, perceraian meningkat dan lain sebagainya, Hal ini membuat kita sebagai orang tua khawatir akan hal tersebut.

Jadi Bagaimana seharusnya?

Idealnya, manusia mencapai kondisi aqil dan baligh secara bersamaan.
Kalaupun berbeda pun tidak terlampau jauh jaraknya.

Umur berapa sih seharusnya udah mencapai aqil baligh itu?

Sekitar 14-15 tahun.!!

Realitanya?

Usia 10-12 sudah baligh.
Tapi baru mencapai aqil saat sudah 23-25 tahun!!

Di dalam islam, masa transisi "pra aqil" sebenarnya tidak ada, hanya pada abad 20 saja istilah tersebut dikenal. Istilah remaja seperti memanjangkan usia anak-anak. sudah bukan anak-anak tapi juga belum diakui sebagai orang dewasa. Padahal sebenarnya si anak usia "remaja"ini secara fitrahnya mereka sudah mampu, hanya sekitarnya yang menganggap dia belum dewasa.


Akhirnya apa?
Anak kekurangan pengasuhan dari orangtuanya karena mereka sibuk bekerja.
Sebagai pengalihannya, anak2 diberi limpahan kasih sayang lewat makanan dan pemanjaan sehingga mereka mengalami overnutrisi (mempercepat baligh) dan menjadi generasi takut untuk mengambil resiko, belum diberi tanggung jawab, dsb (memperlambat aqil).

Bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi ??

Yuukk.. di simak gambar berikut :


Sudahkah kita mempersiapkan hal-hal tersebut? Bisakah kita bersikap "Tega" pada anak-anak kita agar aqil baligh bisa bersamaan?

Yuukk.. kita sama-sama belajar tentang bagaimana mendampingi anak yang akan mengalami Baligh, agar aqilnya pun muncul bersamaan atau paling tidak, tidak terlampau jauh rentang waktunya.
Semoga Allah mampukan kita sebagai orang tua untuk terus mendampingi Anak-anak kita dalam tumbuh kembangnya.

------------------

Berikut pertanyaan yang masuk ke dalam redaksi kelompok 5 ini. Di simak yaa.

1⃣

*#MpokMauTanyaDong*
Nama : Halida
Kelompok 1

Izin bertanya yaa
Benarkah Faktor Lingkungan dan Makanan yang ia konsumsi bisa mengakibatkan Seorang anak lebih cepat Baligh, misal karena tontonan sekarang banyak yang masih SD kls 2 atau 3 sudah mulai suka lawan jenis, banyaknya makanan junk food  katanya bisa mempercepat Baligh (Menstruasi).
apa hal itu berpengaruh??


Bismillah...
 Izin jawab yaa .

Dari podcast ust. Adiano rusfi yang sy dengar, saat ini banyak anak yg baligh terlebih dahulu sebelum aqil salah satunyaa karna tontonan seperti ftv atau sinetron2, apalagi saat ini banyak orang tua yang membiarkan anaknya untuk menonton televisi tanpaa didampingi dan tanpa dipilih tontonan mana yg boleh dan tidak boleh.
over nutrisi juga menyebabkan hormon2 yg seharusnya belum aktif malah teraktifasi dengan cepat. Salah satunya adalah suntik hormon Steroid yang biasa digunakan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan agar lebih cepat pada hewan ternak, seperti sapi, kambing, domba, dan ayam .

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Cornell University, anak yang sering mengonsumsi daging ayam atau sapi yang sebelumnya disuntik hormon, memiliki peluang mengalami menstruasi dini lebih tinggi. Hal ini yang membuat hormon estrogen lebih cepat tumbuh dan besar dalam waktu yang cepat. Hormon estrogen sendiri, berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi pada perempuan.

Semoga Allah selalu menjagaa anak2 kitaa yaa bukibuk ❤


2⃣

Saufa
Kelompok 10

Tanya dong Mpok..
Gimana nanganin anak yang udh terlanjur baligh tapi blum aqil kaitannya sm fitrah seksualitasnya?


Kalau baligh dapat terjadi berkat pengaruh nutrisi, Aqil bisa tercapai karena pengaruh pendidikan. Sebisa mungkin kita usahakan supaya aqil sang anak bisa tercapai secepat mungkin agar gap nya tidak terlalu jauh dengan baligh. Ajari kemandirian lebih banyak dan beri tanggung jawab khususnya dalam menghasilkan dan mengelola finansial untuk dirinya sendiri. Anak juga perlu di dorong agar memiliki manfaat sebesar-besarnya untuk diri dan sekitarnya terutama terkait dengan potensi (minat&bakat) yang dimilikinya. Sehingga dengan diberi kepercayaan dan tanggung jawab oleh orang tua, mental anak akan lebih cepat dewasa dan ini pertanda bahwa aqil nya sudah tercapai.

Jangan lupa selalu libatkan Allah dalam usaha kita mendidik anak, minta Allah mudahkan dengan banyak berdoa. Karena mau bagaimanapun, metode pendidikan sebaik apapun, kalau Allah gak ridho, kalau Allah gak mau kasih berhasil, tetap saja akan sulit mencapai keberhasilan.

Semangat terus yaa buibuuu❤


------------------



#day8
#tantangan10hari
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#pentingnyaaqilbalighsecarabersamaan



Thursday, February 27, 2020

DAY 7 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG




Assalamulaikum semua, waaaah..Alhamdulillah hari ini masuk Weekend yaaa di awal Bulan Maret. Kalau sudah weekend gini, Bunda biasanya ga sibuk di dapur pagi-pagi, karena ga harus nyiapin menu bekal untuk Abi dan kakak, Alhamdulollah bisa istirahat.. heheee..

diskusi yang akan kita bahas kali ini adalah diskusi dari kelompok 7, yaitu dengan tema "MENJAGA DIRI DARI KEJAHATAN SEKSUAL".

Sudahkah kita membekali anak kita dari kejahatan seksual yang semakin hari tingkat kriminalitasnya semakin bertambah? Sudahkah kita memberikan pendidikan seksual sejak dini? Game level 11 ini membuat Bunda banyak belajar, karena Bunda pribadi masih sangat minim sekali ilmu tentang pendidikan seksual sejak dini, Alhamdulillah di kelas Bunda Sayang ada Materi tentang hal ini.


Pembahasan dari kelompok 7, yaitu tentang kejahatan seksual, apa sih sebenarnya Kejahatan Seksual itu??


Kejahatan seksual dapat diartikan menjadi dua definisi yaitu, pelecehan seksual adalah perhatian seksual verbal dan fisik yang tidak disukai sedangkan kekerasan seksual adalah kontak atau perilaku seksual yang terjadi tanpa persetujuan korban dan mengarah kepada tindakan kriminal.

Di awal diskusi kelompok 7 membagikan triller film Korea yang di ambil dari kisah nyata yaitu berjudul SOWON (HOPE), dan berikut trailernya Lihat disini.


Judul Filmnya *HOPE*

Film ini bercerita tentang Sowon yang mengalami kekerasan seksual oleh orang asing saat berjalan menuju sekolah. Akibatnya, dia menderita beberapa luka dan harus menjalani operasi besar, tetapi luka emosionalnya sangat sulit sembuh. Keluarga mereka hancur, orang tuanya, Dong-hoon dan Mi-hee dipenuhi dengan perasaan sakit dan kemarahan.

Film yang dirilis pada 2 Oktober 2013 ini, diangkat dari kisah nyata dalam Kasus Nayoung yang terjadi pada tahun 2008, di mana seorang gadis berusia delapan tahun bernama Na-young di Korea Selatan telah diperkosa dan disiksa oleh seorang laki-laki berusia 57 tahun di sebuah toilet umum. Namun sayangnya, pengadilan justru hanya menghukum dengan 12 tahun kurungan penjara yang berujung kepada kemarahan publik karena ini tergolong peristiwa kejahatan dan kekerasan seksual yang tak terampuni.


Tahun ini si pelaku bebas, kabarnya lagi rumah pelaku dekat dengan rumah korban. Terbayang ga perasaan korban dan orang tuanya gmn? ☹️☹️☹️☹️

Kalau ada yang mau liat Full Movie nya, silahkan Tonton sini yaaa.. yakin deeh, bikin brebesss Mili pokoknya. 😭

yang membuat Bunda kagum adalah peran dari Ayah, walaupun si anak jadi trauma apabila melihat laki-laki dewasa, termasuk Ayahnya sendiri, ia tetap mendampingi anak perempuannya melewati masa trauma tersebut dengan menyamar menjadi "Cocomong" tokoh kartun yang ia sukai, hingga akhirnya masa Traumanya mulai berkurang, dan ia mulai menerima keberadaan Ayahnya.

Jadi apa yang seharusnya Orang tua berikan untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual ??

Adapun beberapa hal tindakan pencegahan kejahatan terhadap anak diantaranya adalah :
1. Senantiasa meminta perlindungan kepada Tuhan
2. Kenalkan istilah anggota tubuh
3. Kenalkan jurus tangkis
4. Selalu periksa dengan telisi kondisi tubuh anak
5. Berhati hati dalam mengunggah foto anak
6. Perhatikan dan selalu waspada terhapan lingkungan dan orang orang disekitar


Dan berikut Jurus TANGKIS yang perlu kita kenalkan pada Anak.



Kejahatan seksual bukan hanya terjadi di Negara orang, tetapi di Indonesia pun banyak terjadi kejahatan seksual yang terjadi pada Anak-anak maupun orang Dewasa. Maka penting dari kita membuka wawasan apa saja pelecehan dan kekerasan seksual itu, mengetahui cara mencegahnya juga menyiapkan diri apabila hal tersebut benar terjadi.

Semoga Allah melindungi kita semua dari kejahatan dan pelecehan seksual.



#day7
#tantangan10h
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#menjagadiridarikejahatanseksual

Wednesday, February 26, 2020

DAY 6 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG




Assalamualaikum, Haiii... Bunda Pembelajar, Sehappy ini yaa Bunda, cuma karena bisa mengikuti diskusi dan bisa langsung buat Tantangan hari ke 6, Alhamdulillah hari ini ga pakai Mode "MANJAT GRUP" karena tertinggal diskusi. heheee...

Hari ini, yang tampil dalam diskusi adalah kelompok 3 dengan Tema "PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS".

Yuup, kita sebagai orang tua, memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak. Ayah dan ibu berbagi peran, Ayah dan Ibu saling melengkapi. Ibu menjadi guru, Ayah kepala sekolahnya. Kedudukan ayah di dalam keluarga harus di segani dan di hormati serta jadi teladan.

Begitulah seharusnya, anatara Ayah dan Ibu dalam pengasuhan anak, namun bagaimana bagi anak yang sudah di tinggal salah satu orang tuanya, misal orang tua bercerai atau meninggal? Tugas ayah / ibu tunggal adalah mencari peran pengganti, bukan berarti harus kawin lagi, tapi cukup dekatkan anak dengan sosok ayah/ibu pengganti, bisa kakek,nenek,paman,bibi dan lain sebagainya.

Jadi, bagaimana jika seorang anak tidak terpenuhi fitrah seksualitasnya? Bagi anak laki-laki memiliki potensi "melambai" dan pada anak perempuan memiliki potensi "tomboy", namun jika kita menghadirkan dan mencukupkan peran Ayah/ibu hal tersebut kecil akan terjadi. Jadi cukupkan peran Ayah / ibu dalam pengasuhan anak, namun apabila ada yang tidak lengkap, mintalah bantuan keluaga agar anak tetap memperoleh peran Ayah /Ibu.

----------------------------------------

Nahh.. berikut adalah pertanyaan yang masuk pada diskusi kelompok 3 ini

Assalamualaikum izin bertanya
Nama : Halida
Kelompok : 1

Apakah setiap anak laki2 yang kehilangan sosok ayah memiliki kemungkinan besar akan "melambai" ?
apakah hanya tergantung pola pengasuhan/lingkungan saja?

bagaimana kalau si anak tetap dlm pengasuhan ibu dengan baik sesuai fitrahnya, apakah akan tetap punya sisi "melambai" wlpn tidak di tunjukkan secara jelas krn tidak adanya sosok ayah??

karena kan banyak anak yang masih kecil sudah kehilangan sosok ayah, di tinggal org tuanya, misal ayahnya meninggal atau ortu bercerai.

mohon pencerahannya. makasih. 😉

Jawab:

Kalo dari aku sih, melambai atau engga itu faktornya buanyaaak.
Faktor pentingnya adalah ada father figure yg bisa dia amati atau engga gt.

Contoh realnya dari adek kandungku. Dia masih 1 taun pas Ayah meninggal. Jadi ga pernah inget apa2 ttg beliau.
Untungnya ada Pakpuhku yg sering ngajak dia pergi bareng2. Jadi ku rasa dia dapet father figurenya dari situ. (mbak Rica)

Kemungkinan "melambai" lebih besar peluang nya tanpa ayah dibanding,  pengasuhan orangtua komplit. Karena walau gimanapun sayap yang patah sebelah butuh perjuangan untuk tetap seimbang menyeimbangi sayap yg lain.
Butuh sosok  pengganti baik dari keluarga inti,  misal abang n keluarga yg lain seperti paman,  kakek dll.

Pola pengasuhan sangat berpengaruh, pola yg salah akan meberikan output yg salah,  juga sebaliknya, demikian juga dgn lingkungan,  lingkungan yg tidak steril memberikan efek negatif juga.

Jika pengasuhan ibu sesuai fitrah,   "melambai" itu lebih kecil, karena meskipun lelaki mereka juga punya sisi perempuan meskioun cuma *sedikit*
(mbak Siti)

Tidak selalu, terutama apabila sang ibu mampu menghadirkan sosok pengganti peran ayah di keluarganya. Misalnya paman, kakek, dan lain-lain.

Rasulullah SAW adalah contoh anak yang tumbuh tanpa peran ayah tapi tidaj melambai. Karena beliau mendapatkan peran ayah dari kakeknya dan dari pamannya (Mbak Syari)


Pertanyaan ke 2
Haiii kaka ricaaaaa, aku mau tanya....

1. Misal ibunya sudah tomboy, biasanya tentu anak akan mengcopy ibunya yak? Apakah bisa  si anak tidak tomboy ataauuu mungkinkah si anak akan mencari sendiri sisi feminimnya?

2. Aku merasakan, lebih mencari sosok dari tanteku drpd ibuku...tapi yang kuingat masa kecilku selalu sama ibu dan bapak, memasuki usia SD selalu dengan ibu, dengan bapak bisa dibilang sudah jaraanngg sekali berkomunikasi. Dan dgn tante itu sejak kelas 3 SMP. Apakah jadi mematahkan teori ttg kedekatan dgn orang tua di usia dini?

3. Kalauuu dulu seringnya lebih asik kumpul dengan anak laki-laki, apakah itu ada yg menyimpang dari sisi  fitrah seksualitas? 😁

Dari Wahyuni, kelompok 6


Jawab :

Kalau menurut aku, tidak selalu yah mak. Justru si emak harus lbh berusaha lebih keras spy anaknya tidak mengikuti jejak nya.  Kalau dibiarkan ya kemungkinan besar  si anak akan mengikuti.

Dan di saat anak sudah aqil baligh, sudah mulai berpikir logis,  dan dia akan mencari sendiri sisi feminimnya dan ini harus difasilitasi n support.
Karena aku sendiri mengalami nya,  dulu aku tuh tomboy bangat,  manjat pohon kelapa yg tinggi juga pernah,  berantem sama laki" juga tak lakoni,  padahal tidak ada role mode tomboy di keluarga kami,  tapi makin menginjak remaja,  lingkungan yg mendukung,  support dr orang" sekitar, serta ilmu yg didapat sedikit demi sedikit mulai feminim, (Mbak Siti)

Kucoba jawab nomer 3 ini..

Nggak juga..justru ini indikasi bahwa kita kurang dekat sama ayah atau di dalam pertumbuhan kita, tidak ada peran ayah yang kita panuti. Jadi kita secara reflek mencari sosok ayah dari rekan2 lelaki kita.

Ini sama kayak saya, kok. Saya nyaman berada di antara laki2. Nyaman2 saja duduk diapit 2 laki2. Ternyata karena ayah saya pergi sejak saya berusia 8 tahun dan tak ada sosok ayah pengganti di kehidupan saya (Mbak Syari)

Pertanyaan ke 3

#tanya
Saufa
Kelompok 10

Bagaimana menyikapi fenomena fatherless dlm keluarga kaitannya dlm menumbuhkan fitrah seksualitas anak, ayah ada seolah tiada. Figur ayah tak terasa seolah lumpuh bahkan mati.


Jawab :

ini ayahnya ada tapi tiada? susah banget... mau cari pengganti tapi ayahnya ada, ya kan?

fenomena ayah sabtu-minggu sedang merebak di kota-kota besar. fenomena fatherless walau sedikit kasusnya, tapi tidak dimungkiri banyak terjadi di masyarakat.

kalau sang ayah belum sadar juga akan tugasnya, demi menyelamatkan fitrah anak, sang ibu terpaksa harus mendekatkan anak2nya dengan figur ayah lain, misal, paman, atau kakek.

tapi, coba bicarakan kembali dengan sang ayah... (Mbak Syari)



Demikianlah, diskusi yang dilaksanakan oleh kelompok 3, sangat mendetail materinya, saya suka dan membuka mata, bahwa jika seorang anak tanpa Ayah/Ibu itu seperti sayap yang patah, tidak bisa terbang dengan sempurna, begitu pula dengan pengasuhan anak.


#day6
#kuliahbunsay
#tantangan10h
#fitrahseksualitas
#peranorangtuadalammembangkitkanfirtahseksualitas

Tuesday, February 25, 2020

DAY 5 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG




Assalamualaikum.. Sudah masuk hari ke 5, walaupun diskusi  di WAG sudah masuk hari ke sekian yaa, hehee.. karena Bunda setor tantangannya 3 hari setelah 3 kelompok maju, jadi dengan Mode LARI CEPAT, tantangan ini harus tetap di selesaikan.. Ayoo.. Ayoo semangat Bunda.


Hari ini, kelompok yang tampil dalam diskusi kali ini adalah kelompok 6 dengan Tema "PENGARUH MEDIA DIGITAL TERHADAP FITRAH SEKSUALITAS.

Materinya tersusun rapi, dan sangat baik, Alhamdulillah diskusinya berjalan lancar hingga di penghujung acara.

Berikut Materi yang di jelaskan oleh kelompok 6.

Perkembangan Teknologi dan Internet bisa memberikan manfaat bagi penggunanya, tetapi juga bisa membahayakan penggunanya. Bahkan perkembangan internet semakin sulit membatasi anak-anak untuk tidak menggunakan media digital ini, karena perkembangan zaman menuntut kita untuk melek teknologi, tetapi anak-anak yang belum bisa membedakan mana baik dan buruk pun ikut terjerumus dengan asyiknya media digital ini. Karena baru di usia 13 tahun ke atas lah bagian otak yang mampu membedakan baik dan buruknya baru mulai berkembang. Akibatnya anak menganggap hal tersebut wajar, tidak tahu mana yang pantas ditiru atau yang tidak di tiru.

Ada banyak dampak positif dan negatif dengan perkembangan media digital ini, lalu bagaimana agar kita dapat menjaga fitrah seksualitas anak di era media digital ini? Orang tua sebagai benteng pertama, kemudian bekali anak dengan ilmu terutama ilmu agama, serta membersamai anak ketika sedang menggunakan media digital.

Dan ini ada beberapa pertanyaan yang masuk pada diskusi kelompok 6 ini, yukk di simak yukk..


*#susahtelen1*

Nama: Halida
Kelompok: 1
Pertanyaan:
1. usia berapa yaa perkembangan otak anak itu bisa membedakan ini baik ini buruk, baik bagi dirinya atau orang lain?
karena terkadang anak iseng, d sekolah main begal2, dan skrg lg viral permainan dgn 3 org berdampingan ,dan bgn tengah di begal hingga mengakibatkan jatuh bahkan lbh bahaya lg terbentur kepalanya dan tulang belakang patah. tetapi dia anggap itu "lucu, bercanda" tetapi membahayakan org lain.

2. skrg adanya gadget, anak2 SD, bahkan TK pun sudah bnyk yg "pintar" bermain game, sedangkan di game tsb sering terlihat wanita dgn pakaian  minim, dgn ilustrasi wanita dgn (maaf) payudara besar dll.

bagaimana memberikan pengertian pada anak akan hal tsb, dan bagaimana membatasi anak utk main gadget, wlpn drmh misal orang tua sudah melarang /membatasi,atau mengajak melakukan aktivitas fisik, membaca,  tp lingkungan sekitar tidak ada pembatas akan hal tsb, jadi mau tidak mau si anak pun ingin mengikuti seperti teman2 sepermainannya.

Mohon pencerahannya. makasih. 😊

Baik kita jawab dulu yes..

1. Seperti yg pernah saya dengar dari ibu elly risman, bahwa anak di bawah usia 13thn itu bagian otaknya yang menyadarkan ttg konsekuensi belum tersambung. Jadi mereka seringkali melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya. Juga mereka belum bisa menentukan ini baik atau tidak sii untuk mereka.

Itulah mengapa perlu pendampingan dari orang tua ketika anak menerima begitu banyak informasi baik dari media atau sekitarnya.

2. Iya betul, memang tidak mungkin menjauhkan anak dari gadget karena pasti di lingkungan sekitarnya akan ketemu juga. Tapiii kita bisa membentuk rules di rumah, bisa dengan menentukan wilayah no gadget atau gadget time dengan batasan waktu tentunya. Atau seperti contoh2 lainnya yg ada pada file yang kelompok 6 kumpulkan.

Terkait tokoh dalam game di handphone, baiknya memang saat anak memilih game kita sbg orang tua memilah terlebih dahulu Bisa dengan mencari game bersama sehingga bisa dicegah utk bertemu wanita2 minim kain ituuu.


*#susahtelen2*

Nama: Alliza
Kelompok: 1

Sejauh ini upaya yang saya lakukan hanya membatasi anak menggunakan media digital, serta menginstall pengertian:

_"Boleh nonton (atau main) asal yang bermanfaat, dan mengajarkan untuk aware thd tayangan 'jelek' ( misal: sihir/ syirik, porno, aurat terbuka, dll.)"_

Tapi efeknya jadi kurang memberikan anak keleluasaan untuk eksplorasi secara mandiri yaa..

Pertanyaan:
Apakah teman-teman sudah pernah menggunakan aplikasi parental control?

Bila sudah, bagaimana pengalamannya, dan app apa yang disarankan?

Terima kasih.. 💕

Kalo saya pakai controller di HP suami mba (maklum HP sendiri kurang canggih alias memori penuh wkwkwk), lupa namanya apa.. tapi kami biasanya cuma ngontrol yutub kids aja sih, anak masi 3 th jg belum buka yg aneh 🙈


Sejauh ini karena anak masih BALITA, untuk Parental Kontrol masih menggunakan fasilitas dari youtube kids yaitu dengan mengaktifkan aplikasi timer, jika aplikasi masih tidak berhasil, maka saya menggunakan aplikasi “ Cari Perangkat” caranya melock hp dari HP yang lain, Alhamdulillah dengan cara tersebut lumayan efektif.

-------

Semoga keluarga kita di jauhkan dari hal buruk pengaruh perkembangan teknologi dan media digital.



#day5
#kuliahbunsay
#tantangan10h
fitrahseksualitas
#pengaruhmediadigitalterhadapfitrahseksual

DAY 4 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG




Presentasi dengan Tema "PEMAHAMAN PERBEDAAN GENDER"  menjadi tugas dari kelompok 1 yang salah satu anggotanya adalah Bunda Araz atau saya sendiri.

Mulai dari pemberian jadwal nama kelompok, Bunda langsung gercep untuk membuat WA grup khusus untuk diskusi ini, kemudian Bunda pun mengangkut semua member yang masuk di kelompok 1 untuk bergabung di WA grup khusus diskusi kelompok ini.

Alhamdulillah kami sudah di kumpulkan dalam satu grup diskusi, dan mulai berbagi tugas, pengumpulan materi, diskusi materi hingga siapa saja yang akan bertugas sebagai Pembuat media, Moderator, Pemateri, serta Notulis yang meresume materi.

Alhamdulillah persiapan pun berjalan lancar, semua bekerja sama dalam mempersiapkan diskusi ini, dan Bunda pun mengajukan dalam pembuatan iklan yang mengajak anggota grup agar meluangkan waktunya di diskusi kelompok kami, serta membuat materi untuk di share di grup, tetapi karena satu dan lain hal (masalah aplikasi yang bermasalah), pembuatan materi pun di ambil alih oleh salah satu anggota grup kami, dan alhamdulillah itu sangat tertolong sekali di waktu yang sudah semakin dekat untuk memulai diskusi.


dan beginilah iklan yang Bunda buat dan tampilan singkat materi kami.





Berikut pertanyaan serta tanggapan saat presentasi kelompok 1 berlangsung, yukk di simak yuuk Bunda. 



*#TANYA* 1️⃣
Nama: Rica Naza
Kelompok Level 11: 3
Pertanyaan:

Jadi tetangga kami ada cowok yg berpakaian layaknya cewek (shemale), tapi yg unik dari beliau adalah tiap jumat dia masih ke masjid pake baju koko gt.
Beliau punya anak angkat cewek, yg adalah temen ngaji Balya (5y).
Nah, pernah tuh pas lg jumatan, Balya nyelutuk "lhoh, kok Mamanya dia jumatan?"

Gimana cara terbijak jelasin ke anak tentang fenomena kayak gt ya?



*#Tanggapan* 1️⃣

Alhamdulillah di usia 5th ini Balya sudah mulai secara kognitif memahami fitrah seksualitas.. Ajak anak ngobrol, misalnya:

"Tadi Balya mengira ayah teman itu mamanya ya. Kira-kira kenapa ya?" (Mengajak anak diskusi).

"Menurut Balya harusnya bagaimana?" (Memancing pemahamannya tentang gender)

"Wah Balya rupanya sudah sedikit paham mengenai gender ya. Gender itu adalah..." (mulai dijelaskan kembali tentang pembahasan gender. Dan bagaimana laki-laki dan perempuan seharusnya berperilaku).

"Tapi kalau Balya lihat ada yang tidak sesuai, baiknya bagaimana ya?" (Memancing pemahaman sosial anak dalam berempati).

"Kalau Balya tidak sengaja nyeletuk seperti tadi kira2 akan bikin teman sedih gak ya?"


"Jadi sebaiknya Balya membiarkan dulu dan berdiskusi dulu dengan Bunda atau Ayah di rumah ya."




*#Tanya* 2️⃣
Saufa
Kelompok 10

Bagaimana penanganan kpd anak yg sdh memiliki kecenderungan gender yg menyimpang tdk sesuai fitrahnya?

Lanjutannya
.

Oia , Sebenarnya kecenderungan penyimpangan gender itu   dikarenakan faktor genetik, atau Lingkungan..atau keduanya? Dan hal ini itu termasuk suatu penyakit kah atau apa?



*Tanggapan* 2️⃣

Biasanya ada ketidakseimbangan peran ayah & ibu dalam pengasuhan. Cari tau dulu peran siapa yang dirasa kurang. Selain porsi juga kualitas pastinya mempengaruhi. Kadang sosok ayah yang terlalu "keras" membuat anak perempuan trauma dengan sosok lelaki, lebih condong memilih sesama jenis.

Kalau penyebab (kata
seorang guru), justru tindak tanduk kita ini yang berpengaruh pada kadar hormon. 

Kalau katanya yg menyerupai perempuan hormon perempuan nya lebih banyak ya itu karna pengaruh pilihan sikapnya. 


Karena perempuan pun ada yg hormon lelakinya banyak, tapi sikapnya benar2 perempuan.



*#Tanya* 3️⃣
Nengbeth
Kel. 8
Pertanyaan:


Gimana mengarahkan anak perempuan yang tomboy usia 5 tahun?  Dia gak betahan pake rok, pake jilbab. Sukanya celana panjang. Kalo dipaksa marah.



*#Tanggapan* 3️⃣
Cewek tomboy vs cowok gemulai bisa dari pola asuh dan pola pikir ortu.

Dalam beberapa kasus, dinyatakan oleh ahli psikologi ada hubungannya (meski tidak selalu) sejak dari dalam kandungan misalnya berkata menginginkan anak laki dan sebaliknya dan ini diserap anak karena indera pendengaran sudah berfungsi sejak di dalam kandungan.


Tapi pola asuh ortu dapat membantu anak perempuan menjadi lebih feminin.. Misalnya sering-sering diajak ngobrol/ diperlihatkan "Kakak pasti cantik banget loh kalo sering pakai rok. Bunda juga selalu pakai rok dan jilbab nih. Kakak boleh kok tetep pakai celana, tapi buat dalaman rok aja yaa."



*#Tanya* 4️⃣
Sulaim

Mau tanya
apakah setiap anak perempuan dan laki2 perlu diajarkan dan ditanamkan sifat gender maskulinitas dan femininitas?

atau hanya masing2 sesuai gendernya saja? kemandirian, keberanian, ketegasan merupakan ciri maskulin, tetapi menurut saya perempuan pun jg butuh sifat tersebut



*#Tanggapan* 4️⃣

Diajarkan semuanya, seni beladiri pun kan ke arah fitrah laki2 ya. Semua ilmu insyaAllah berguna. tapi pastikan untuk sudah lebih dulu tuntas dikarakter fitrahnya 🤭


*BERBAGI PERAN* 

tidaklah sama dengan

*BERTUKAR PERAN*

ataupun 


*MENGAMBIL ALIH PERAN*.




Alhamdulillah diskusi berlangsung seru dan berjalan lancar, walaupun kami merasa grogi saat tampil, Alhamdulillah dengan bekerja sama semua bisa dilewati. 




 #day4
#tantangan10hari
#gamelevel11
#bundasayang
#firahseksualitas 
#pemahamanperbedaangender














                   

DAY 3 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG



Assalamualaikum Bunda semua, apa kabar nih, gimana hari ini, apakah menyenangkan bermain bersama anak? Semoga Bunda semua menjalani hari - hari dengan bahagia, agar anak pun ikut bahagia di dampingi oleh Bunda hebat.

Hari ini masuk hari ke 3 tantangan 10 hari, Alhamdulillah walaupun dengan mode LARI CEPAT untuk ngejar materi yang sebelumnya tertinggal, tetapi Alhamdulillah masih bisa mengikuti walaupun dengan manjat Grup dengan ratusan chat. (Tolong jangan di tiruuu, heheehe..)

Tantangan hari ke 3 ini, yang tampil dalam presentasi adalah kelompok 4 dengan Tema "PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN
UNTUK MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK".

Sebagian orang masih memetakan kalau Ayah itu hanya memiliki tugas dalam mencari nafkah, dan kadang anak-anak pun dari kecil sudah di ajarkan kalau Ayah kerja untuk mencari uang, jadi semata-mata Ayah itu sebagai pencari nafkah dan Ibu mengasuh/menemani anak-anak di rumah. Padahal peran Ayah tidak kalah penting dengan peran Ibu, bahkan peran Ayah adalah sebagai penentu arah dalam tugas pengasuhan. Peran Ayah amat besar dalam tumbuh kembang anak. Membiarkan anak tanpa sosok Ayah sama dengan merencanakan kerusakan generasi masa depan, khususnya bagi anak laki-lakinya.

Berikut masalah yang timbul apabila Ayah tidak terlibat dalam pengasuhan

  1. Anak akan mencari pengakuan lingkungan 
  2. Kesulitan menjadi Suami dan Ayah yang baik nantinya. 
  3. Terjadi penyimpangan seksual
  4. Anak sulit beradaptasi, minder dan melenceng dari fitrah seksual. 
  5. Bagi anak perempuan akan sulit membuat kriteria pasangan. 
  6. Terjerumus pergaulan bebas. 

Berikut adalah Tabel dalam membangun fitrah seksual sesuai usianya 


Jadi Bagaimana peran Ayah untuk menumbuhkan fitrah seksualitas Anak??

Pada anak lelakinya, Ayah memberikan pondasi keimanan sejak dini, mengajarkan anak sholat, mengajak anak sholat berjamaah, menjadi imam, membaca alqur'an dan mengajarkan ilmu-ilmu syar'i. Selain itu, Ayah menjadi pelindung bagi keluarganya, memiliki sifat kasih sayang dan tidak ada kekerasan, serta lebih banyak berinteraksi dengan anak laki-lakinya seperti bermain peran, menemani belajar, bermain bola dan lain sebagainya.

Sedangkan pada anak perempuannya, Ayah memerintahkan untuk menutup aurat, latih ia untuk mengerjakan pekerjaan rumah, lebih banyak berinteraksi dengan anak perempuannya, dan memberikan ungkapan cinta, karena Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya, juga menjadikannya sahabat sempurna.


Masya Allah ternyata peran Ayah memang sangat penting dalam pengasuhan anak, karena seorang ibu Madrasah pertama bagi Anak-anaknya, sedangkan Ayah adalah kepala sekolah, kendali tetap ada di Ayah, Ibu hanya sebagai pelaksana/pendidik dalam pengasuhan.

Semangat dalam mendampingi Anak ya Abi. Kita memiliki 2 lelaki yang paling berharga di dalam keluarga kita, dan ini perlu kita jaga, dengan pengasuhan yang sesuai fitrah seksualitas anak.


#day3
#tantangan10hari
#gamelevel11
#bundasayang
#firahseksualitas
#peranayahdalampengasuhanuntukmembangkitkanfitrahseksualitasanak

Sunday, February 23, 2020

DAY 2 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG




Assalamualaikum Semua, Alhamdulillah masuk di tantangan hari kedua, dan masih dengan tema diskusi kita tentang fitrah seksualitas.

Di tantangan hari kedua ini, yang tampil dalam presentasi adalah dari kelompok 9 dengan tema PERAN LINGKUNGAN DAN PERLINDUNGAN KEJAHATAN SEKSUAL.

Dari judulnya saja, sebenarnya Bunda pribadi rasanya ngeri, takut, karena zaman sekarang banyak sekali terjadi kejahatan seksual yang di alami anak di bawah umur atau anak yang baru saja beranjak dewasa, dan Bunda sebagai orang tua hanya bisa berdo'a agar anak-anak kita, keturunan kita dijauhkan dari hal tersebut.

Naah.. berikut pemaparan yang disampaikan oleh kelompok 9 tentang Kejahatan Seksual, serta bagaimana Perlindungan dari kejahatan seksual.



Menurut indonesiabaik.id 1 dari 11 anak perempuan dan 1 dari 17 anak laki laki mengalami kekerasan/kejahatan seksual.

Apa itu kejahatan seksual?

kejahatan seksual dapat disimpulkan merupakan praktik seks yang dapat merugikan pihak lain, karena bertentangan dengan hukum dan norma - norma keagamaan.

Salah satu praktik seks yang dinilai menyimpang adalah bentuk kekerasan seksual.

Apa saja bentuk  kekerasan seksual pada anak?

kekerasan seksual yang sering terjadi pada anak selain pemerkosaan adalah Pelecehan seksual,  Itu mungkin sebabnya banyak orangtua yang tidak menyadari tanda-tanda yang ditunjukkan anak.

Apa saja contoh kekerasan seksual secara fisik maupun non fisik?

pelecehan seksual pada anak secara fisik

  1. Menyentuh area intim atau kemaluan anak untuk memenuhi gairahnya
  2. Membuat anak menyentuh bagian privat atau kemaluan pelaku
  3. Membuat anak ikut bermain dalam permainan seksualnya
  4. Memasukkan sesuatu ke dalam kemaluan atau anus anak


Pelecehan seksual pada anak non fisik

  1. Menunjukkan hal-hal yang bersifat pornografi pada anak, entah itu video, foto, atau gambar
  2. Menyuruh anak berpose tidak wajar
  3. Menyuruh anak untuk menonton berbagai hal yang berhubungan dengan seks
  4. Mengintip atau menontoni anak yang sedang mandi atau sedang berada di dalam toilet



Pengertian Peran Lingkungan adalah serangkaian hak, kewajiban, harapan, norma dan perilaku dari lingkup masyarakat mulai dari yang terdekat dengan anak, yaitu dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan tetangga, RT/RW , dan juga pemerintah yang bertujuan memberi manfaat dan penyedia unsur-unsur penting yang dibutuhkan pada kehidupan dan tumbuh kembang seorang anak. 


Ada  hal yang berperan yaitu : 
- Internal : meliputi lingkungan keluarga atau rumah
- Eksternal : meliputi lingkungan masyarakat dan pemerintah.

Peran Keluarga
  1. Memberikan Pendidikan seks sejak dini (mengenal anggota tubuh dan fungsinya, mengajarkan perbedaan jenis kelamin, dll)
  2. Mengajarkan anak bahwa tubuhnya berharga dan harus dijaga (menginformasikan bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain)
  3. Mengajarkan anak untuk tidak mudah percaya orang asing
  4. Latih anak saat menghadapi bahaya di tempat umum
  5. Menjadi sumber referensi utama anak untuk mengetahui segala hal terkait seksualitas
  6. Membangun hubungan berkualitas orang tua dengan anak (membangun komunikasi efektif dua arah, menanamkan rasa percaya dengan orang tua)
  7. Menanamkan rasa empati dan budi pekerti dengan memberi contoh teladan

Peran Masyarakat
  1. Masyarakat agar lebih peka dan perduli terhadap lingkungan sekitarnya serta cepat dan tanggap segera melaporkan ke pengurus RT setempat jika terjadi hal-hal yang mencurigakan terhadap satu keluarga.
  2. Perlu diadakan penyuluhan/sosialisasi mengenai bentuk-bentuk tindak kejahatan seksual, cara mengantisipasi serta upaya melindungi anak-anak dari bahaya yang mengancam serta pembekalan bagaimana mengadvokasi jika ada peristiwa kejahatan seksual di keluarga atau lingkungannya.

Jadi Peran Keluarga dan Lingkungan sangat penting dalam melindungi anak kita dari kejahatan seksual, Semoga kejahatan seksual ini tidak bertambah banyak, dan semoga anak-anak kita selalu dalam lindungan Allah Subhanallahu wa ta'ala. Aamiin. 




#day2
#tantangan10hari
#gamelevel11
#bundasayang
#firahseksualitas 
#peranlingkungandanperlindungandalamkejahatanseksual

FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 DAY 1 BUNDA SAYANG



Bismillahirrahmannirrahim, Assalamualaikum Bunda pembelajar semua, Alhamdulillah sudah masuk di game level 11 ini, tidak mudah bisa sampai di level ini, karena 11 bulan sudah kita semua melewati tantangan demi tantangan yang sangat seru sekali.

Kali ini, berbeda dengan tantangan sebelumnya yang selalu mengggunakan objek dalam melakukan tantangan 10 hari, namun kali ini semua Mahasiswa Bunda sayang belajar untuk berdiskusi dengan metode Learning by Teaching dengan Tema "Fitrah Seksualitas", Jadi kami semua di bagi menjadi 10 kelompok, dan tiap kelompok diberikan satu tema untuk di diskusikan bersama dan di presentasikan di WA Grup. Untuk pembagian kelompoknya dilakukan secara acak dan pembagian waktu presentasinya pun dilakukan dengan random, sehingga kelompok 1 tidak mendapatkan waktu presentasi pertama.

Berikut daftar tema yang akan di diskusikan selama tantangan 10 hari.

Tema Tantangan (10 hari)

  • Pemahaman Perbedaan Gender
  • Pendidikn fitrah seksualitas sejak dini
  • Peran orangtua dalam membangkitkan fitrah Seksualitas.
  • Peran Ayah dalam pengasuhan untuk membangkitkan Futrah Seksualitas.
  • Pentingnya Aqil Baligh Secara Bersamaan
  • Pengaruh Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas.
  • Menjaga diri dari Kejahatan Seksual
  • Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya. 
  • Peran lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual
  • Ketika Anak Bertanya ((FAQ tentang Fitrah Seksualitas)


Intinya adalah 10 hari tantangan bertema wajib, sisanya mencari artikel sendiri.

Jadi, tantangannya, kami semua diminta untuk membuat resume / rangkuman dari tiap presentasi yang ditampilkan tiap kelompok di tiap harinya, dan untuk penampilan pertama, di presentasikan oleh kelompok 10 dengan tema "Anak Bertanya tentang Seksualitas", Berikut Materinya :



Berikut  Video Bicara tentang Seks pada anak

Kelompok 10 merupakan kelompok pertama yang tampil di diskusi kali ini, namun walaupun dengan persiapan waktu yang sangat singkat tetapi bisa menghadirkan penampilan yang sangat baik, Masya Allah.

Pembahasan mereka di mulai dari menyajikan video tentang Bicara tentang seks pada anak, hingga pertanyaan-pertanyaan yang bisa muncul dan sering di tanyakan oleh anak tentang Seksualitas.

Mereka memberikan kemungkinan pertanyaan dan jawaban yang bisa kita berikan pada anak. Masya Allah materi ini benar-benar di bahas secara mendetail oleh kelompok 10, dan di sajikan dengan lengkap.

Berikut adalah Contoh pertanyaan dan contoh jawaban saat menjawab pertanyaan yang mungkin di tanyakan oleh anak.














Demikianlah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan buah hati kita saat ingin mengetahui tentang seksualitas, semoga dengan adanya jawaban ini, kita sebagai orang tua bisa menjawab rasa ingin tahu anak saat bertanya kepada kita sebagai orang tua.



#bunsay
#gamelevel11
#tantangan10h
#fitrahseksualitas
#anakbertanyatentangseksualitas

Sunday, February 2, 2020

DAY 10 MEMBANGUN KARAKTER ANAK DENGAN MENDONGENG GAME LEVEL 10 BUNDA SAYANG




Assalamualaikum Bunda pembelajar, Alhamdulillah hari ini masuk tantangan hari ke 10, itu artinya ini hari terakhir tantangan untuk game laevel 10 ini. Alhamdulillah Kali ini Bunda konsisten dan semangatt untuk melaksanakan tantangan kali ini.

Di tantangan sebelumnya Bunda membahas tentang Manfaat dari mendongeng, masih ada beberapa manfaat yang kita dapatkan apabila kita membacakan dongeng untuk Buah hati kita, yukk.. yukk... kita bahas lagi yukk...😉

Manfaat lain dari mendongeng adalah sebagai sarana untuk menanamkan etika dan nilai-nilai kehidupan.

Melalui karakter yang ada pada dongeng, anak-anak kita dapat belajar nilai-nilai kejujuran, rendah hati, rasa empati, juga sikap tolong menolong. Saat mendongeng, pesan-pesan moral dan pelajaran etika yang hendak kita beri, dinilai tidak akan terlalu membebani perasaan anak. Untuk itu, sebagai orang tua kita harus pandai memilih isi dari dongeng yang hendak kita berikan pada anak. Banyak ahli menyarankan untuk tidak memberikan dongeng yang berisi muatan seseorang yang berperilaku buruk di awalnya, namun kemudian berubah menjadi baik di akhir kisahnya. Cerita semacam imi seolah merupakan pembenaran bagi sebuah tingkah yang buruk, karena toh, akan ada kesempatan untuk memperbaikinya.


Hari ini, sesudah magrib setelah Bunda mengajarkan kakak baca iqro, Bunda sedikit mendongeng tentang anak yang sadar akan kewajiban sholat 5 waktu, Bunda mengajak kakak mencoba membayangkan Seorang anak yang baru berusia 6 tahun, tetapi ia sudah memiliki kesadaran untuk sholat 5 waktu.

Sebelum Bunda menuliskan dongengnya, Bunda minta maaf apabila ada kata-kata yang salah dalam penulisan dongeng atau informasi tentang tulisan ini, manusia tempat salah, dan juga keterbatasan Bunda akan imu yang Bunda miliki.

------------

Pada suatu hari, ada seorang anak bernama Bima, ia anak yang baik, Bima termasuk anak yang patuh pada kedua orang tuanya. Usianya masih 6 tahun, ia baru saja masuk Sekolah Dasar.

Suatu hari ia mengikuti pelajaran Agama, di dalam kelas Pak guru menjelaskan kalau kita sebagai umat islam wajib melaksanakan sholat 5 waktu, pak guru menjelaskan tentang perintah Allah untuk sholat 5 waktu. Pak Guru menjelaskan sholat merupakan tiang agama dan ibadah yang lebih dahulu diperhitungkan setelah manusia mati adalah ibadah sholat.

Saat Bima mendengarkan perkataan Bapak Guru, ia langsung teringat akan perintah Ibunya yang setiap hari selalu mengingatkan akan sholat, ibunya selalu mengajaknya untuk sholat 5 waktu tepat waktu saat suara adzan terdengar, tetapi terkadang ia sering malas untuk mengerjakan sholat, bahkan ia pernah tertidur dan meninggalkan sholat.

Tetapi sejak ia mendengar perkataan Bapak Guru, sepulang sekolah ia langsung bercerita kepada Ibunya.

 "ibu.. tadi Bima denger kata pak guru, kalau kita mati, amalan yang pertama di hitung itu sholat loh Bu," jelas Bima.

"iyaa, betul, makanya Allah memerintahkan umatNya untuk melaksanakan sholat 5 waktu", jelas Ibu.

"Bima tahu sholat wajib itu apa saja?" tanya Ibu.

"tahu bu, Shubuh, dzuhur, ashar, magrib dan Isya kan?" jawab Bima.

"iyaa betul.." Ibu membenarkan.

"Bu.. Bima pengen sholat yaa..Bima pengen sholat 5 waktu, kalau subuh ibu tolong bangunkan yaa, supaya bisa sholat subuh juga", pinta Bima.

"iyaa, insya Allah Ibu akan ingatkan Bima untuk sholat yaa.." jawab Ibu.

Dan.. sejak saat itu, Bima pun tidak pernah lupa akan kewajibannya untuk sholat 5 waktu, saat suara adzan terdengar, ia pun langsung berwudhu dan melaksanakan sholat.

---------




Mendengar cerita tersebut, kakak pun tiba-tiba langsung mengambil kain sarung dan sajadah, kebetulan saat itu suara adzan pun terdengar, dan kebetulan Abi pun akan pergi sholat di masjid dan kakak pun langsung bilang "Abi kakak ikut mau sholat di masjid" pinta kakak, dan Abi pun langsung menyetujuinya.

-----

-Ibu profesional
-Bunda sayang
-game level 10
-tantangan 10 hari



Saturday, February 1, 2020

DAY 9 MEMBANGUN KARAKTER ANAK DENGAN MENDONGENG GAME LEVEL 10 BUNDA SAYANG




Orang tua yang sering mendongeng untuk anak-anaknya, akan banyak sekali manfaat yang di dapat, seperti sebelumnya Bunda telah membahas sedikit di tantangan sebelumnya, jadi sekarang, apalagi sih manfaat mendongeng bagi perkembangan Buah hati kita.
Yuk.. kita bahas lagi yuuk..

Sebelumnya kita sudah membahas 2 manfaat dari mendongeng, yaitu Meningkatkan Imajinasi dan Meningkatkan kemampuan berbahasa, Nahh sekarang kita akan membahas manfaat lain dari Mendongeng.

Manfaat dongeng yang kita bahas kali ini adalah dongeng dapat Meningkatkan perkembangan Kognitif.

Untuk dapat memperluas pengenalan objek seorang anak, pada saat mendongeng, gunakan alat peraga, misalnya buku bergambar. Dengan begitu, anak bisa melihat bentuk dari tokoh yang di ceritakan dalam dongeng. Selain itu, dongeng juga dapat menambah wawasan. Melalui kisah-kisah dongeng, anak mendapatkan berbagai informasi. Anak juga dapat mempelajari sebab akibat serta belajar menganalisa.

Melalui dongeng juga, pemikiran anak menjadi lebih baik, lebih kritis dan cerdas. Anak juga bisa memahami hal mana yang perlu ditiru dan tidak boleh ditiru.

--------

Kali ini, Bunda tidak membuat dongeng, tetapi hanya akan menceritakan tentang permainan masa kecil Bunda pada Kakak. Sekaligus Bunda mengenalkan permainan masa kecil yang menyenangkan.

Yukk.. yuk... kita mulai yukk..

---------

Saat Sore tiba, kakak mulai bosan, ia seperti kehabisan ide untuk mengeksplore mainannya, yang terkadang bisa membuat Bunda harus berkali-kali membereskan mainan yang sering ia susun dan di baris-bariskan di meja.

Kemudian Bunda pun mencoba bercerita, tentang permainan masa kecil Bunda.

"kak, mau denger cerita Bunda ga? waktu dulu Bunda sering main permainan ini loh (sambil menunjukkan gambar permainan tradisional)".

"Main apa Bunda?" tanya kakak.

"yaudh sini bunda cerita dulu yaa.." ajak Bunda kepada kakak.

"Bunda dahulu kala memiliki teman di sekolah dasar dan di madrasah, tetapi lebih sering memainkan permainan ini saat jam istirahat sekolah madrasah".


Bunda pun menunjukkan permainan engklek ini kepada kakak, "niih kak, dulu Bunda sering main ini, biasanya di halaman sekolah, di tanah kita buat garis kotak seperti ini, kemudian Bunda dan teman-teman bermain engklek ini", jelas Bunda.

"Bundaa.. ini kan ada di sekolah kakak, kakak suka lihat, tapi ga pernah mainnya", kata kakak.

 "oiya ya, di sekolah kakak, di halamannya ada gambar begini yaa, nanti lain kali bisa main tuh kak, seruu loh" Bunda pun antusias.

"terus apa lagi Bunda mainnya?" tanya kakak.

"ini nih kak, Bunda dulu sering main ini sama nenek dan uwak", jelas Bunda sambil menunjukkan gambar permainan tersebut.



"ini kaya punya a wildan yaa.?" tanya kakak.

"oiyaa, kakak udah pernah liat yaa...?"

"udah, tapi belum bisa mainnya..hehee.." jawab kakak tertawa.

"coba bunda liat lagi gambarnya, ini kelereng kan?" tanya kakak.

" iyaa, kakak udah tau ya kalau kelereng, tapi ga pernah main kaya di gambar ya?" tanya bunda memastikan.

"iyaa.." jawab kakak singkat.

"kelereng ini seru loh kak mainnya, sebenernya ini mainan buat anak cowo, cuma bunda suka ikutan main juga sm uwak  dan om (kakak cowok dan ade sepupu bunda)", jelas bunda.



"Sekarang, permainan ini mulai jarang di mainkan, karena lebih sering main hp yaa, padal mainan zaman dulu lebih seru loh kak, main di luar, badan keringetan, sehat jadinya", jelas Bunda.

"sekarang ada ga yang main itu?" tanya kakak.

"mungkin masih ada, cuma sudah jarang", jelas Bunda.

dan.. tiba-tiba suara adzan pun terdengar, akhirnya kami mengakhiri cerita masa lalu Bunda dengan permainan tradisionalnya.

"yukk.. kaka.. kita sholat dan ngaji", ajak Bunda. Dan kakak pun mengangguk tanda setuju.

dan akhirnya Bunda pun mengakhiri cerita masa lalu bunda dengan permainan tradisional.

Bagi para pembaca, yuk kita mengenang masa lalu dengan permainan tradisional yang sangat menyenangkan dan jauh dari gadget.





------




-Ibu Profesional
-Bunda sayang
-game level 10
-

SEBUAH CATATAN TENTANG "AKU"

Assalamualaikum Aku..?? Apakah kamu baik2 saja?? Apa kabar harimu?  Bagaimana hatimu saat ini?? Senangkah?? atau hatimu sedang tak...