Wednesday, February 26, 2020

DAY 6 FITRAH SEKSUALITAS GAME LEVEL 11 BUNDA SAYANG




Assalamualaikum, Haiii... Bunda Pembelajar, Sehappy ini yaa Bunda, cuma karena bisa mengikuti diskusi dan bisa langsung buat Tantangan hari ke 6, Alhamdulillah hari ini ga pakai Mode "MANJAT GRUP" karena tertinggal diskusi. heheee...

Hari ini, yang tampil dalam diskusi adalah kelompok 3 dengan Tema "PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS".

Yuup, kita sebagai orang tua, memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak. Ayah dan ibu berbagi peran, Ayah dan Ibu saling melengkapi. Ibu menjadi guru, Ayah kepala sekolahnya. Kedudukan ayah di dalam keluarga harus di segani dan di hormati serta jadi teladan.

Begitulah seharusnya, anatara Ayah dan Ibu dalam pengasuhan anak, namun bagaimana bagi anak yang sudah di tinggal salah satu orang tuanya, misal orang tua bercerai atau meninggal? Tugas ayah / ibu tunggal adalah mencari peran pengganti, bukan berarti harus kawin lagi, tapi cukup dekatkan anak dengan sosok ayah/ibu pengganti, bisa kakek,nenek,paman,bibi dan lain sebagainya.

Jadi, bagaimana jika seorang anak tidak terpenuhi fitrah seksualitasnya? Bagi anak laki-laki memiliki potensi "melambai" dan pada anak perempuan memiliki potensi "tomboy", namun jika kita menghadirkan dan mencukupkan peran Ayah/ibu hal tersebut kecil akan terjadi. Jadi cukupkan peran Ayah / ibu dalam pengasuhan anak, namun apabila ada yang tidak lengkap, mintalah bantuan keluaga agar anak tetap memperoleh peran Ayah /Ibu.

----------------------------------------

Nahh.. berikut adalah pertanyaan yang masuk pada diskusi kelompok 3 ini

Assalamualaikum izin bertanya
Nama : Halida
Kelompok : 1

Apakah setiap anak laki2 yang kehilangan sosok ayah memiliki kemungkinan besar akan "melambai" ?
apakah hanya tergantung pola pengasuhan/lingkungan saja?

bagaimana kalau si anak tetap dlm pengasuhan ibu dengan baik sesuai fitrahnya, apakah akan tetap punya sisi "melambai" wlpn tidak di tunjukkan secara jelas krn tidak adanya sosok ayah??

karena kan banyak anak yang masih kecil sudah kehilangan sosok ayah, di tinggal org tuanya, misal ayahnya meninggal atau ortu bercerai.

mohon pencerahannya. makasih. 😉

Jawab:

Kalo dari aku sih, melambai atau engga itu faktornya buanyaaak.
Faktor pentingnya adalah ada father figure yg bisa dia amati atau engga gt.

Contoh realnya dari adek kandungku. Dia masih 1 taun pas Ayah meninggal. Jadi ga pernah inget apa2 ttg beliau.
Untungnya ada Pakpuhku yg sering ngajak dia pergi bareng2. Jadi ku rasa dia dapet father figurenya dari situ. (mbak Rica)

Kemungkinan "melambai" lebih besar peluang nya tanpa ayah dibanding,  pengasuhan orangtua komplit. Karena walau gimanapun sayap yang patah sebelah butuh perjuangan untuk tetap seimbang menyeimbangi sayap yg lain.
Butuh sosok  pengganti baik dari keluarga inti,  misal abang n keluarga yg lain seperti paman,  kakek dll.

Pola pengasuhan sangat berpengaruh, pola yg salah akan meberikan output yg salah,  juga sebaliknya, demikian juga dgn lingkungan,  lingkungan yg tidak steril memberikan efek negatif juga.

Jika pengasuhan ibu sesuai fitrah,   "melambai" itu lebih kecil, karena meskipun lelaki mereka juga punya sisi perempuan meskioun cuma *sedikit*
(mbak Siti)

Tidak selalu, terutama apabila sang ibu mampu menghadirkan sosok pengganti peran ayah di keluarganya. Misalnya paman, kakek, dan lain-lain.

Rasulullah SAW adalah contoh anak yang tumbuh tanpa peran ayah tapi tidaj melambai. Karena beliau mendapatkan peran ayah dari kakeknya dan dari pamannya (Mbak Syari)


Pertanyaan ke 2
Haiii kaka ricaaaaa, aku mau tanya....

1. Misal ibunya sudah tomboy, biasanya tentu anak akan mengcopy ibunya yak? Apakah bisa  si anak tidak tomboy ataauuu mungkinkah si anak akan mencari sendiri sisi feminimnya?

2. Aku merasakan, lebih mencari sosok dari tanteku drpd ibuku...tapi yang kuingat masa kecilku selalu sama ibu dan bapak, memasuki usia SD selalu dengan ibu, dengan bapak bisa dibilang sudah jaraanngg sekali berkomunikasi. Dan dgn tante itu sejak kelas 3 SMP. Apakah jadi mematahkan teori ttg kedekatan dgn orang tua di usia dini?

3. Kalauuu dulu seringnya lebih asik kumpul dengan anak laki-laki, apakah itu ada yg menyimpang dari sisi  fitrah seksualitas? 😁

Dari Wahyuni, kelompok 6


Jawab :

Kalau menurut aku, tidak selalu yah mak. Justru si emak harus lbh berusaha lebih keras spy anaknya tidak mengikuti jejak nya.  Kalau dibiarkan ya kemungkinan besar  si anak akan mengikuti.

Dan di saat anak sudah aqil baligh, sudah mulai berpikir logis,  dan dia akan mencari sendiri sisi feminimnya dan ini harus difasilitasi n support.
Karena aku sendiri mengalami nya,  dulu aku tuh tomboy bangat,  manjat pohon kelapa yg tinggi juga pernah,  berantem sama laki" juga tak lakoni,  padahal tidak ada role mode tomboy di keluarga kami,  tapi makin menginjak remaja,  lingkungan yg mendukung,  support dr orang" sekitar, serta ilmu yg didapat sedikit demi sedikit mulai feminim, (Mbak Siti)

Kucoba jawab nomer 3 ini..

Nggak juga..justru ini indikasi bahwa kita kurang dekat sama ayah atau di dalam pertumbuhan kita, tidak ada peran ayah yang kita panuti. Jadi kita secara reflek mencari sosok ayah dari rekan2 lelaki kita.

Ini sama kayak saya, kok. Saya nyaman berada di antara laki2. Nyaman2 saja duduk diapit 2 laki2. Ternyata karena ayah saya pergi sejak saya berusia 8 tahun dan tak ada sosok ayah pengganti di kehidupan saya (Mbak Syari)

Pertanyaan ke 3

#tanya
Saufa
Kelompok 10

Bagaimana menyikapi fenomena fatherless dlm keluarga kaitannya dlm menumbuhkan fitrah seksualitas anak, ayah ada seolah tiada. Figur ayah tak terasa seolah lumpuh bahkan mati.


Jawab :

ini ayahnya ada tapi tiada? susah banget... mau cari pengganti tapi ayahnya ada, ya kan?

fenomena ayah sabtu-minggu sedang merebak di kota-kota besar. fenomena fatherless walau sedikit kasusnya, tapi tidak dimungkiri banyak terjadi di masyarakat.

kalau sang ayah belum sadar juga akan tugasnya, demi menyelamatkan fitrah anak, sang ibu terpaksa harus mendekatkan anak2nya dengan figur ayah lain, misal, paman, atau kakek.

tapi, coba bicarakan kembali dengan sang ayah... (Mbak Syari)



Demikianlah, diskusi yang dilaksanakan oleh kelompok 3, sangat mendetail materinya, saya suka dan membuka mata, bahwa jika seorang anak tanpa Ayah/Ibu itu seperti sayap yang patah, tidak bisa terbang dengan sempurna, begitu pula dengan pengasuhan anak.


#day6
#kuliahbunsay
#tantangan10h
#fitrahseksualitas
#peranorangtuadalammembangkitkanfirtahseksualitas

No comments:

Post a Comment

SEBUAH CATATAN TENTANG "AKU"

Assalamualaikum Aku..?? Apakah kamu baik2 saja?? Apa kabar harimu?  Bagaimana hatimu saat ini?? Senangkah?? atau hatimu sedang tak...