Tuesday, July 23, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 10 BUNDA SAYANG




Waah.. Alhamdulillah tak terasa sudah masuk hari ke 10 tantangan Game Level 4 ini, walaupun Bunda masih adaptasi dengan kegiatan kakak yang baru saja masuk sekolah, tetapi harus tetapp semangat mengerjakan Tantangan Game level 4 ini.

Hari ini, sepulang kakak sekolah, kakak ingin di bacakan buku 'Dongeng Anatomi' Lagi, kakak kali ini penasaran dengan cerita tentang organ pencernaan, karena kakak melihat ada gambar lambung dan usus yang memiliki wajah yang terlihat marah.

Bunda pun membacakan bagian buku yang berjudul "Rapat Organ Pencernaan", disini di ceritakan bahwa ada anak yang sering sekali terlambat makan apabila terlalu asyik dengan kegiatannya, sehingga ia pun lupa makan dan akhirnya lambung dan usus nya mengeluh karena tidak ada makanan yang bisa mereka cerna.

Setelah kakak selesai mendengarkan cerita yang bunda Bacakan, kemudian tiba-tiba kakak meminta makan "Bunda lambungnya udah minta makan nih" Kakak lapar". Kemudian setelah kakak selesai makan, kakak pun bertanya "Bunda kata Lambungnya apa kakak udah makan Nasi?" dan bunda pun menjawab "kata Lambungnya "Makasih Arli, aku jadi bisa mencerna makanan", dan begitu pun seterusnya pertanyaan tentang organ lainnya pun kakak ungkapkan saat setelah kakak selesai makan.

Disini kakak belajar dengan gaya Auditory, kakak mendengarkan apa yang Bunda ceritakan, dan ia pun mulai mencerna apa yang bunda bacakan.

Alhamdulillah kakak cepat mencerna apa yang bunda bacakan, dan Bunda pun senang karena kakak antusias mendengarkan cerita bunda.




#hari10
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
@institut.ibu.profesional

Monday, July 22, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 9 BUNDA SAYANG




Beberapa hari lalu Bunda baru saja membelikan kakak Buku dengan Judul "Dongeng Anatomi" Buku ini menceritakan tentang Anggota Tubuh yang bisa berbicara, kakak senang sekali mendapatkan buku ini, dan siap-siap Bunda yang akan membacakannya. Semangattt Bunda, Pejuang Literasi.

Buku ini dikisahkan bahwa Anggota tubuh kita bisa mengeluarkan bahasa tubuhnya, seolah-olah mereka bisa berbicara, berpendapat bahkan mengeluh, walaupun manusia tetap tidak bisa mendengarnya.

Kakak meminta di bacakan judul pertama yaitu "Ketika Rambut Minta Mandi" dari judulnya mungkin bagi anak-anak sangat menarik sekali. Akhirnya Bunda membacakan cerita tersebut dengan menggunakan suara yang berbeda-beda layaknya sedang berdongeng, Walaupun bunda masih kaku untuk memperagakan suara-suara yang berbeda, dan tidak jarang bunda merasa sulit untuk berganti-ganti.

Setelah Bunda membacakan cerita tentang rambut, akhirnya saat mandi kakak langsung bertanya "Bunda kata rambutnya apa kalau kakak rambutnya di shampo?" dan Bunda pun bilang "Waah senangnya aku di kasih shampo, aku jadi ga gerah lagi". Dan masih banyak lagi pertanyaan kakak yang perlu bunda jawab setelah kakak membaca buku tersebut.

Disini kakak belajar dengan tipe belajar Auditory, semua yang bunda bacakan, ia serap, kemudian iya ungkapkan lagi dan mulailah ia bertanya dan timbul rasa ingin tahu yang besar akan anggota tubuhnya.

Untuk Bunda pembelajar, Buku ini sangat menarik bagi buah hati kita yang baru mengenal anggota tubuhnya, dan kalaupun belum mengenal semua anggota tubuhnya, di buku ini anak jadi lebih tahu organ yang ada pada tubuh manusia, sehingga pengetahuan buah hati kita bertambah.



#hari9
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
@institut.ibu.profesional

Sunday, July 21, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 8 BUNDA SAYANG





Weekend ini kami sekeluarga stay di rumah karena dari semalam hujan yang lumayan sangat lama, kemudian di sambung hujan lagi saat pagi hari nya, sehingga kami memutuskan untuk tetap di rumah.

Di rumah kami hanya bersantai di kamar sanbil bermain dengan ade azka.

Saat menjelang siang, hujan mengguyur lagi, kemudian Abi bertanya kepada kakak "Kak, kalau do'a saat turun hujan gimana?" Dan kakak pun langsung menjawab dengan lantang "allahumma shoyyiban nafi'an, Ya Allah Turunkanlah hujan yang bemanfaat".

Kakak mengetahui do'a ini bukan karena Orang tuanya yang mengajarinya hehehe, tetapi kakak menonton Tontonan Nussa Rarra yang berjudul "Yaah Hujan". Tonton Nussa dulu yuk 😉. Karena setiap Jum'at Bunda selalu mendownload Nussa Rarra dan memindahkannya ke Televisi, jadi kakak sering mengulang-ulang tontonan Nussa Rarra di setiap episodenya.

Di sini kakak Belajar dengan tipe Audio - Visual, karena bentuknya berupa Video, gambar yang di lengkapi dengan suara, sehingga kakak lebih mudah menangkap dan lebih mudah menghapalnya. Sama hal nya dengan saat kakak belajar menghapal Juz 30 yang bunda buatkan untuk kakak belajar menghapal surat pendek di postingan tantangan hari sebelumnya, Seperti ini contoh Videonya.

Semoga tontonan yang Bunda berikan bermanfaat untuk kakak Arli.


Saturday, July 20, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 7 BUNDA SAYANG





Tantangan memahami gaya belajar anak kali ini, Bunda ingin mencoba kembali ke Bayi usia 7 bulan yaitu Ade Azka, meskipun mungkin bisa di katakan terlalu dini untuk mengetahui gaya belajar anak usia di bawah 1 tahun, tapi disini Bunda hanya ingin merangsang respon Audio yang kemudian di realisasikan dengan sensorik dan motorik anak. 

Setelah Bunda selesai mengajari kakak untuk membaca Iqro, ade ingin sekali ikut bergabung membaca iqro, entah hanya ingin meremas Buku iqronya, atau memang hanya mencari perhatian Bunda dan kakak yang sedang membaca iqto. Setiap Ade agak di jauhkan dari posisi buku iqro, ia akan maju lagi untuk meraih buku tersebut, di usianya sekarang ini ade sudah bisa duduk dan sedang belajar merangkak, sehingga ia berusaha meraihnya dengan posisi merangkak yang sesekali berhasil melangkah satu atau dua pijakan dalam posisi merangkak. Tetapi karena kakak tidak ingin di ganggu saat ia sedang membaca iqro, maka setiap ade mulai mendekat bunda langsung meraihnya dan ade pun bunda posisikan di pangkuan bunda, begitu pun seterusnya, setiap di dudukkan kembali ia akan mulai meraih buku tersebut. 

Setelah kakak selesai membaca iqro, Bunda pun berinisiatif untuk mengajak ade belajar huruf hijaiyah dengan menggunakan flash Card, Bunda memberikan ade Huruf Alif, Ba, Ta, Tsa. Bunda meminta ade untuk memegang flash card tersebut, kemudian tanpa waktu lama Alhamdulillah ade langsung memegangnya. Disini bisa dikatakan antara Audio (Suara / Pendengaran) Ade, Mulai sinkron dengan Sensorik dan Motoriknya, atau mungkin ade tertarik dengan flash card Hijaiyah tersebut, hehe. 😁 Ade pun memegang satu per satu flash card tersebut dengan kedua tangannya, di kanan dan di kiri, karena bunda memberikan 4 flash card jadi ade bergantian memegangnya, di awali dengan Alif kemudian di lepas dan di ganti dengan huruf lainnya.

Alhamdulillah ya de, Semoga Tetap tumbuh dan berkembang dengan sehat, Aamiin.





#hari7
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
@institut.ibu.profesional

Friday, July 19, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 6 BUNDA SAYANG




Pagi tadi di sekolah mulai belajar Sholat dhuha. Di awali dari Belajar Wudhu yang di pandu oleh Ibu guru, kemudian setelah wudhu langsung menuju ke mushola.

Di mushola ibu guru mengatur semua siswa untuk merapikan shaf (barisan), dan kakak Arli ada di shaf pertama paling ujung. Setelah semua siswa rapi, ibu guru langsung memandu siswa kalau sholat dhuha kali ini membaca surat Al ikhlas dan surat An nas.

Kakak Arli termasuk yang mematuhi apa yang di arahkan oleh ibu guru, karena tidak sedikit anak-anak yang masih acuh dan sibuk sendiri.

Saat sholat di mulai, ibu guru memandu gerakan sholat, mulai dari Takbiratul ihram, Tangan Bersidekap, Ruku, sujud, hingga duduk tahiyat awal dan tahiyat akhir.

Alhamdulillah walaupun belum begitu rapi, kakak bisa mengikutinya tanpa bercanda dengan teman-temannya walaupun sesekali ada juga temannya yang iseng mengganggu kakak dan kakak pun membalasnya. hehehe.. 😂

Disini kakak Belajar secara Visual - Kinestetik, Dengan Melihat Ibu guru memperagakan gerakan sholat kemudian kakak mulai mengikuti apa yang telah ibu guru peragakan.


Semoga dengan kakak belajar sholat sejak usia dini, kakak mengetahui kalau sholat itu wajib di laksanakan.







hari6
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
@institut.ibu.profesional

Thursday, July 18, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 5 BUNDA SAYANG


Hari ini kakak sedang belajar senam di sekolah, di awali dari baris berbaris, kemudian di mulai lah senam ceria pagi.Di awali dengan berdo'a sebelum di mulai senam. Awalnya kakak masih terlihat bingung karena ini pertama kalinya kakak belajar senam di sekolah, mulai dari ia melihat kiri kanan, kemudian melihat di sekitar dan melihat Ibu guru yang sedang memperagakan gerakan senam. Setelah sesi kedua, Kakak mulai mau mengikuti gerakan senam yang di peragakan ibu guru di depan, walaupun gerakannya belum benar, Alhamdulillah kakak tidak ikut bercanda seperti anak-anak yang lainnya. Disini kakak belajar dengan gaya Visual - kinestetik, di awali dengan kakak melihat ibu guru memperagakan gerakan senam kemudian kakak pun mulai mengikuti gerakan senam tersebut, Alhamdulillah sambil masih terlihat bingung tetapi kakak pun tetap mengikuti gerakan senam ceria pagi hari ini. Semoga tetap semangatt ya kak sekolahnya 😉.



hari5
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
@institut.ibu.profesional

Wednesday, July 17, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 4 BUNDA SAYANG





Hari ini kakak di minta Abi untuk membaca do'a keluar rumah sebelum berangkat ke Sekolah, di motor, Abi meminta kakak untuk membaca do'a "Ayoo kak, Baca do'a nya gimana?" Dengan tidak bersemangat kakak menolak untuk membaca, apa karena lupa atau bagaimana, yang pasti sebelumnya kakak sudah terbiasa membaca do'a sebelum berangkat, namun karena sempat tinggal berjauhan dengan abi sekitar 10 bulan karena menemani Bunda selama hamil dan melahirkan. Akhirnya Abi hanya membacakan do'a nya "Bismillahi tawakkaltu 'alallah la hawla wala quwwata illa billah, dan kakak pun sepertinya mendengarkan apa yang Abi bacakan. 

Hari kedua kakak di antar Abi ke sekolah, Abi pun meminta kembali kakak untuk membacakan Do'a keluar rumah sebelum Berangkat ke sekolah, daaaan.. saat Bunda baru saja membaca "Bismillah", kakak langsung meminta Bunda untuk Berhenti "Stop Bunda, Kakak ajaa, Bismillahi tawakaltu Allah la wala quwwata illah billah" Begitu lah yang kakak ucapkan, walaupun belum benar bacaannya tetapi Alhamdulillah yang sebelumnya di bacakan Abi hari ini mulai di serap oleh kakak dan kakak pun mengulangnya. 

Disini kakak Belajar dengan tipe Audio, Abi membacakan Do'a, kakak mendengar, dan kakak pun Alhamdulillah bisa mengulang kembali bacaan tersebut.

Besok kita betulkan lagi yaa kak Bacaannya.




hari4
#Tanntangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
@institut.ibu.profesional

Monday, July 15, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 3 BUNDA SAYANG





Hari ini ade azka sempat di tinggal sebentar karena Bunda harus mengantar kakak ke sekolah, Alhamdulillah ade tidak menangis karena di temani oleh Nenek.

Sepulang dari sekolah, Bunda langsung bermain dengan ade, karena mungkin ade pun mulai kangen sama Bunda dan ingin MiMi. Selesai Mimi, ade bunda ajak main Bebek Mainan, Mulai dari Bunda merapikan bebek tersebut, kemudian menghitungnya, dan selanjutnya meminta ade untuk mengambil Bebek tersebut.

Agak lama Bunda mengulang-ulang hitungan bebek tersebut dan meminta ade untuk mengambil satu bebek, daaaaann.. Yuppz.. Alhamdulillah ade mendengar ucapan Bunda dan ia mulai mengambil salah satu mainan bebek tersebut.

Kali ini, Bunda hanya ingin melatih Motorik dan sensorik dengan di lengkapi gaya belajar Audio, merangsang kemampuan mendengar yang di ikuti dengan Sensorik serta Motorik dari ade, Alhamdulillah di usianya yang baru 7 bulan, kepekaannya untuk mendengar serta mensinkronkan Sensorik dan Motorik mulai seirama, walaupun memang belum cepat tapi Alhamdulillah sejauh ini kemampuannya sudah baik.






Nanti kita cari permainan lain yaa de.. Semangatt Mendampingi Tumbuh kembang anak yaa Bunda Pembelajar.

Semoga semakin besar, ade semakin pintar  merespon. Aamiin.




#hari3
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
@institut.ibu.profesional




MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 2 BUNDA SAYANG





Assalamualaikum Bunda Pembelajar, Tantangan Hari kedua nih, Alhamdulillah masih diberikan keSehatan dan Semangat untuk membersamai anak-anak dan masih semangat bermain Game Tantangan Level 4 ini.

Pagi-pagi sekali Bunda bangun dan mulai sibuk di dapur menyiapkan sarapan dan bekal untuk kakak Arli yang hari ini pertama kali masuk sekolah.

Di sekolah kakak Alhamdulillah tidak ada drama, kakak bisa mengikuti baris berbaris dan memperhatikan apabila gurunya sedang berbicara.

Tantangan hari kedua ini, sebenarnya tidak ada kaitannya dengan hari pertama kakak di sekolah, karena memang di sekolah pun baru perkenalan.

Di tantangan sebelumnya, Bunda sempat ingin mengulang hapalan kakak Arli dengan meminta kakak Arli untuk membacanya tanpa ada bantuan video atau audio.

Kali ini, kakak Arli sedang tidak menonton Video kartun mengaji, tetapi hanya mendengarkan speaker MP3 Mengaji, bisa di katakan kakak Alhamdulillah sudah banyak menghapal surat-surat pendek juz 30, Walaupun mungkin belum lancar dan belum bisa menentukan panjang pendeknya tetapi sejauh ini kakak bisa mengikutinya.




Untuk mengetahui video kartun yang diubah menjadi suara mengaji, Bunda akan memperlihatkan contoh video kartun mengaji yang akan Bunda sisipkan di Tantangan hari kedua ini.

Kakak Arli sepertinya memang bisa menghapalkan surat-surat pendek melalui Visual - Audio seperti video kartun mengaji yang sengaja bunda buatkan untuk kakak. Yuuk. Liat Videonya di sini

Karena kakak Alhamdulillah cepat sekali menyerap hapalan ini, jadi Project Bunda dari kakak berusia 3 tahun yaitu membuat Kartun kesukaan kakak dengan suara yang bunda ganti dengan suara murrotal surat-surat pendek. Alhamdulillah Juz 30 hampir rampung dan video ini semoga bisa di gunakan untuk Ade Azka atau yang lainnya, karena beberapa teman Bunda pun banyak yang sudah meng copy paste video tersebut dan Alhamdulillah anaknya suka.

Semoga Hapalan kakak Arli semakin lancarr yaa kak.. Aamiin.




Sunday, July 14, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK GAME LEVEL 4 HARI KE 1 BUNDA SAYANG



Assalamualaikum Bunda Pembelajar semua, Alhamdulillah akhirnya naik juga ke level 4 ini, walaupun sekarang sedang terkena 'Rasa Malas' karena ada beberapa yang harus di kerjakan dalan waktu bersamaan, sehingga konsentrasi pun terpecah. Ayoo Bunda, tetap semangatt karena materi dari Bunda Sayang ini sangat membantu dalam membersamai anak-anak.

Materi Game level 4 ini menjelaskan tentang "Memahami gaya Belajar Anak", Yuuk.. Bunda, Baca Materinya dulu 😉.

Materi ini tepat sekali untuk kakak Arli yang minggu ini mulai memasuki usia sekolah di TK A.

Kali ini, Bunda ingin mengulang adab Bersin pada kakak Arli, saat Episode Nussa Rara tayang dengan Judul "Rarra Sakit" (Tonton dulu yukk Videonya), di video tersebut di ceritakan kalau Rarra Bersin tetapi tidak mengucapkan do'a apapun, dan Nussa pun sebagai kakak Mengingatkan apabila kita bersin, kita harus mengucapkan "Alhamdulillah", sedangkan orang yang mendengar mengucapkan "Yarhamakumullah", Dan yang bersin pun mengucapkan "Yahdikumullah Wayusni Hibalakum".

Kakak Arli pun mulai mencerna video tersebut, ia sudah tau kalau kita bersin wajib membaca "Alhamdulillah" tetapi sebelum menonton video Nussa, kakak belum tahu kalau ada tambahan do'a lain apabila kita bersin karena Bunda pun belum menjelaskannya.

Nahh.. kali ini Bunda mencoba mengingatkan kembali kepada kakak, saat kakak Bersin, bunda pun langsung Bertanya "Baca apa kak kalau Bersin?" Kakak Menjawab "Alhamdulillah", Bunda dan Abi yang mendengar pun kompak mengucap "Yarhamakumullah", lalu Bunda pun bertanya lagi, terus baca apalagi? dan kakak Pun menjawab "Wayusni hibalakum" mungkin kakak lupa dengan do'a nya sehingga hanya bagian belakangnya saja yang kakak ucapkan, akhirnya Bunda pun melengkapi do'a yang kakak ucapkan dan meminta kakak mengulanginya lagi "Yahdikumullah wayusni Hibalakum". 

Setelah beberapa jam, tiba-tiba kakak bersin lagi, kebetulan memang di rumah sedang ada yang pilek, sehingga tubuh kakak pun sepertinya kurang fit. Saat kakak Bersin langsung Bunda tanya "Bilang apa kak kalau Bersin?", kakak pun menjawab "Alhamdulillah", langsung Bunda jawab "Yarhamakumullah", lalu bunda pun langsung bertanya "Terus baca apa lagi?", "Yahdikumullah Wayusni hibalakum" gitu kan Bunda?" tanya kakak memastikan bacaannya. "Iya kak Betul, jadi kakak nanti kalau bersin lagi jangan lupa do'a itu ya" Pinta bunda kepada kakak.

Alhamdulillah, untuk tema ini, kakak belajar "Adab Bersin" melalui Audio Visual, jadi kakak bisa lebih menyerap apabila kakak menonton sesuatu sambil ia dengarkan. Alhamdulillah dari kakak usia 3 tahun, kakak sudah rutin menonton kartun kesukaannya tetapi dengan suara ngaji yang sengaja bunda buat untuk belajar menghapal surat pendek dan Alhamdulillah sangat membantu sekali, selanjutkan nanti Bunda akan mencoba mengulas kembali hapalan surat pendek kakak.

Sampai ketemu di hari selanjutnya Bunda pembelajar 😉 Semangatt Mendampingi Buah hati kita dalam menemukan gaya belajar yang paling nyaman bagi Buah hati kita.




#hari1
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunsayIIP

Friday, July 12, 2019

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK MATERI 4 BUNDA SAYANG IBU PROFESIONAL

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK, MENDAMPINGI DENGAN BENAR


Dulu kita adalah anak/murid yang selalu menerima apa saja yang diberikan orangtua/guru kita, apabila ada hal-hal yang belum kita pahami, lebih cenderung diam, tidak berani untuk menanyakan kembali. 

Karena paradigma yang muncul saat itu, banyak bertanya dianggap bodoh atau mengganggu proses pembelajaran. Itu baru tingkat pemahaman, guru/orangtua kita sangat sedikit yang mau memahami bagaimana cara kita bisa belajar dengan baik, yang ada kita harus menerima gaya orangtua/guru kita mengajar. Sehingga  anak yang gaya belajarnya tidak sesuai dengan gaya mengajar guru/orangtuanya, akan masuk kategori “siswa dengan tingkat pemahaman rendah” dan kadang mendapat label “bodoh”. 

Jaman berubah dan terus akan berubah. Sudah saatnya kita harus mengubah paradigma baru di dunia pendidikan. 


Dari sisi orangtua/pendidik

Apabila anak tidak bisa belajar dengan cara/gaya kita mengajar, maka kita harus belajar mengajar dengan cara mereka BISA belajar.


Dari sisi anak/siswa

Setiap anak/siswa *PASTI BISA* belajar dengan baik, setiap anak akan belajar dengan CARA yang BERBEDA. Sudah saatnya kita belajar memahami gaya belajar anak-anak (Learning Styles) dan memahami gaya mengajar kita sebagai pendidik (Teaching Styles) karena kedua hal tersebut di atas akan berpengaruh pada gaya bekerja kita dan anak-anak (Working Styles).

Karena kalau tidak, kita dan anak-anak akan masuk kategori masyarakat buta huruf abad 20, yang didefinisikan Alvin Toffler sbb :

Mereka yang dikategorikan buta huruf di abad 20 bukanlah individu  yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan orang yang tidak mampu belajar, tidak mau belajar dan tidak kembali belajar.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang gaya belajar ada baiknya kita memahami terlebih dahulu untuk apa anak-anak ini harus belajar.

Ada 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar yaitu :

a. Meningkatkan Rasa Ingin Tahu anak ( Intellectual Curiosity)
b. Meningkatkan Daya Kreasi dan Imajinasinya (Creative Imagination)
c. Mengasah seni / cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu (Art of Discovery and Invention)
d. Meningkatkan akhlak mulia anak-anak (Noble Attitude)

Fokuslah kepada 4 hal tersebut selama mendampingi anak-anak belajar. 

Buatlah pengamatan secara periodik, apakah rasa ingin tahunya naik bersama kita/selama di sekolah? Apakah kreasi dan imajinasinya berkembang dengan bagus selama bersama kita/selama di sekolah? Apakah anak-anak suka menemukan hal baru, dan keluar Aha! Moment (teriakan “Aha! Aku tahu sekarang”) atau ekspresi lain yang menunjukkan kebinaran matanya) selama belajar?

Apakah dengan semakin banyaknya ilmu yang anak-anak dapatkan di rumah/di sekolah semakin meningkatkan akhlak mulianya?

Setelah memahami tujuan anak-anak belajar baru kita memasuki tahapan-tahapan memahami berbagai gaya belajar anak-anak. 

Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik.

Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.

Modalitas belajar adalah cara informasi masuk ke dalam otak  melalui indra yang kita miliki.

📌 Tiga macam modalitas belajar anak:

☘ Auditory : modalitas ini mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.

☘ Visual : modalitas ini mengakses citra visual, warna, gambar, catatan, tabel diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.

☘ Kinestetik : modalitas ini mengakses segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait.

Mari kita pahami gaya belajar tersebut secara detil, kita pahami ciri-cirinya dan bagaimana strategi kita untuk mendampingi anak-anak dengan gaya belajarnya masing-masing.

📌 GAYA BELAJAR VISUAL (Belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata / penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar, dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak/dititikberatkan pada peragaan/media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.

📍 Ciri-ciri gaya belajar visual:

🌷Bicara agak cepat
🌷Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
🌷Tidak mudah terganggu oleh keributan
🌷Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
🌷Lebih suka membaca dari pada dibacakan
🌷Pembaca cepat dan tekun
🌷Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
🌷Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
🌷Lebih suka musik
🌷Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.

📍Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual:

Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

📌 GAYA BELAJAR AUDITORI (Belajar dengan cara mendengar)

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara. Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya), untuk itu maka ibu/ guru sebaiknya harus memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. 
Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan.

Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibandingkan dengan mendengarkannya.

Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

📍 Ciri-ciri gaya belajar auditori :

🌷Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
🌷Penampilan rapi
🌷Mudah terganggu oleh keributan
🌷Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
🌷Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
🌷Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
🌷Biasanya ia pembicara yang fasih
🌷Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
🌷Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
🌷Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
🌷Berbicara dalam irama yang terpola
🌷Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

📍Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

📌 GAYA BELAJAR KINESTETIK (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. 
Anak  yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan

📍Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

🌷Berbicara perlahan
🌷Penampilan rapi
🌷Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
🌷Belajar melalui memanipulasi dan praktek
🌷Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
🌷 Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
🌷Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
🌷Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
🌷Menyukai permainan yang menyibukkan
🌷Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
🌷Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.

📍Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik : 

Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik

Ketika belajar memahami anak-anak, sejatinya kita sedang belajar memahami diri kita sendiri. Apabila bunda semuanya bisa melihat gaya belajar anak-anak karena sering mengamati perkembangan mereka, maka kitapun akan dengan mudah mengamati gaya belajar kita, gaya mengajar kita dan gaya bekerja kita.

Hal ini akan lebih membuat kita bahagia menjalankan proses belajar. Dijamin proses belajar juga tidak akan pernah berhenti dari buaian sampai ke liang lahat.

Anak-anak sangat menyukai bermain, karena energi yang dimunculkan ketika bermain tidak akan pernah habis. Apabila kita bisa memaknai belajar dan bekerja selayaknya anak-anak bermain, sudah dapat dibayangkan betapa asyiknya belajar dan bekerja dalam kehidupan ini.
Karena setiap saat anak-anak akan menemukan energi yang terbarukan dalam proses belajarnya dan kita akan mendapatkan energi yang terbarukan dalam proses bekerja.





Don’t Teach me , I Love to Learn








Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
📚Sumber Bacaan:
Gordon Dryden and JeanetteVos, The Learning Revolution, ISBN-13: 978-1929284009
Barbara Prashing, The Power of Learning Styles, Kaifa, 2014
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Memahami Gaya Belajar Anak, GazaMedia, 2016  

Friday, July 5, 2019

ALIRAN RASA MELATIH KECERDASAN ANAK




Waah.. Alhamdulillah.. Waktunya aliran Rasa di materi ke 3 yaitu Melatih Kecerdasan Anak. Setelah 10 hari Bunda dan Kakak Arli melaksanakan Family project kami berdua yaitu membiasakan kakak Arli belajar iqro tiap ba'da Magrib dan Membaca Do'a sebelum tidur, membaca ayat kursi serta membaca 3 kul.

Alhamdulillah.. lagi-lagi Bunda sangattt berterima kasih kepada Ibu Septi dan Pak Dodik yang sudah membuat Kurikulum kelas Bunda Sayang ini, Masya Allah sangat berguna sekali untuk saya yang terkadang bingung bagaimana cara mendidik anak agar kelak ia menjadi anak yang sholeh.

Tantangan melatih kecerdasan Anak ini Alhamdulillah berjalan dengan Baik, yang sebelumnya kakak belum juga ada kemauan untuk belajar membaca iqro, Alhamdulillah atas kesepakatan bersama dan dengan suasana yang Happy, kakak mulai terbiasa dengan family project ini, setiap ba'da Magrib, kakak tidak lagi sulit untuk di ajak mengaji, walaupun sesekali kakak merasa mengantuk karena siang kakak terlalu banyak bermain tapi sejauh ini, walaupun tantangan sudah selesai Alhamdulillah kebiasaan untuk mengaji dan belajar membaca Iqro mulai jadi kebiasaan kakak saat ini. Kakak mulai bisa membaca iqro dan Alhamdulillah mulai lancar di iqro 1. Terimakasih Ibu Profesional kelas Bunda Sayang, semoga kebiasaan mengaji ba'da Magrib menjadi kebiasaan Rutin yang kakak Arli lakukan, Semoga kakak selalu semangat dalam belajar membaca Alqur'an. Aamiin.

#AliranRasaFamilyProject
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#FamilyProject
#KuliahBundaSayang @institut.ibu.profesional

SEBUAH CATATAN TENTANG "AKU"

Assalamualaikum Aku..?? Apakah kamu baik2 saja?? Apa kabar harimu?  Bagaimana hatimu saat ini?? Senangkah?? atau hatimu sedang tak...