Friday, August 31, 2018

LEARNING HOW TO LEARN NHW #5



Nice Homework #5 minggu ini tentang "Learning How to Learn" atau "Belajar Bagaimana Caranya Belajar" Yaitu Membuat Desain Pembelajaran ala kita Sendiri. Jujur saya belum begitu paham harus dari mana saya mulai mengerjakannya, Jadi sebelum saya membuat desain pembelajaran, saya perlu memahami hal-hal yang berkaitan dengan desain pembelajaran seperti Belajar, Pembelajaran, Apa itu Desain Pembelajaran, Bagaimana cara membuat desain pembelajaran dan point-point dalam desain pembelajaran.

Saya memang pernah Belajar di Bidang Pendidikan, atau bisa dikatakan saya lulusan pendidikan, hal-hal di atas sebenarnya sudah pernah saya pelajari di bangku kuliah, tetapi karena saya sudah tidak mempelajarinya semenjak memutuskan untuk menjadi Full Mom jadi lambat laun pengetahuan tentang pembelajaran sepertinya menghilang begitu saja. Hehehe... πŸ˜…

Apa itu Belajar?? dan Apa itu Pembelajaran?? 

Defini Belajar menurut KBBI adalah Memperoleh kepandaian atau Ilmu, Berlatih atau Berubah tingkah laku atau tanggapan yang di sebabkan oleh pengalaman. Belajar adalah suatu Proses yang berlangsung di dalam diri, yang mengubah tingkah lakunya, baik tingkah laku dalam berpikir, Bersikap dan Berbuat.
Sedangkan Pembelajaran menurut KBBI yaitu Proses, Cara, Perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup Belajar. Jadi, Pembelajaran dalam dunia Pendidikan Melibatkan Pendidik, Peserta didik, Materi, Tujuan dan Alat.

Setelah saya memahami tentang definisi Belajar dan Pembelajaran, Mulailah saya mencari tahu apa itu Desain Pembelajaran. Desain Pembelajaran Menurut Gentry (1994) adalah suatu proses yang merumuskan dan menentukan tujuan Pembelajaran, Strategi, Teknik dan Media agar tujuan tercapai.

Definisi di atas itu Berdasarkan dari Segi Ilmu Pendidikan yang Melibatkan Pendidik dan Peserta didik, Sedangkan dalam NHW #5 ini kita sebagai Perancang Desain Pembelajaran dan kita jugalah sebagai pengguna dari Desain Pembelajaran tersebut. Jadi dari kita untuk kita sendiri, Sehingga dalam penyusunannya ala kita sendiri. 😁

Pada NHW #4 kami diminta menuliskan ilmu-ilmu kehidupan, dan saat itu saya menuliskan Ilmu Parenting, Ilmu Ibu Profesional dan Ilmu Enterpreneur atau saya menyebutnya Mompreneur.. Hehehe...πŸ˜„ Tetapi untuk Desain Pembelajarannya, Ilmu yang saya pelajari yaitu ilmu Ibu Profesional.
Kenapa?? Karena Ilmu Parenting akan ada di kelas Bunda Sayang dan Ilmu Enterpreneur akan ada di Bunda Produktif. Alhamdulillah Bisa ikut Bergabung di Ibu Profesional, Karena ilmu-ilmu kehidupan yang saya butuhkan sudah ada di Ibu Profesional.

Berikut Desain Pembelajaran yang saya Buat, Semoga dalam penyusunannya, tidak ada Kesalahan.

Silahkan Klik gambar untuk memperbesar gambar.


Keterbatasan Pengetahuan dan Pemahaman saya tentang Pembelajaran, Membuat saya harus berpikir keras dalam menyusun desain pembelajaran ini, tapi Bukan hasil yang sempurna yang di harapkan, melainkan Proses yang akan di lihat. Tetapi, tetap saya berusaha keras agar bisa membuat desain pembelajaran yang baik yang bisa digunakan untuk lebih memahami ilmu yang ingin saya pelajari.

Akhir kata, Semoga desain pembelajaran ini bisa membantu saya dalam menjalani ilmu Ibu Profesional ini dan lebih memahami diri sebagai individu, Seorang Istri dan Seorang Ibu.

Friday, August 24, 2018

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH NHW #4



BISMILLAH.... 😊

Waah tidak terasa yaa, ternyata kami sudah masuk minggu ke 4 di kelas Matrikulasi batch 6 Ibu Profesional ini, Alhamdulillah saya pribadi masih bisa mengikuti diskusi dan mengerjakan NHW Tepat waktu, walaupun terkadang harus manjat karena ketinggalan jam diskusi.. hehe..

Di NHW #4 ini, sepertinya kami makin diberi tantangan oleh Ibu profesional, karena untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kami harus melibatkan hati dalam mengerjakannya. hehe.. jadi kami di minta untuk mengeluarkan isi hati dalam mengerjakan NHW Ini. Saya pun bingung harus bagaimana mengerjakannya, karena sulitnya merangkai kata. πŸ˜‘

Di NHW #4 ini kami dilatih untuk membaca fitrah dan menemukan visi dan misi peradaban yang paling sesuai pada diri kita sendiri sebagai calon ibu profesional, kemudian kami pun dilatih untuk menemukan fitrah pada anak-anak kami, mendidik sesuai fitrahnya dan menemukan visi-misi peradaban yang di miliki anak-anak kami.

NICE HOMEWORK #4 

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?  

Jurusan ilmu kehidupan yang saya pilih di NHW #1 itu adalah Ikhlas, Sabar dan Parenting. Hingga saat ini, saya belum ingin mengubah jurusan ilmu kehidupan yang saya pilih sekarang, Terkadang saya belum bisa sabar dalam mengasuh anak, atau menghadapi sesuatu yang tidak sesuai keinginan. 
Ikhlas, Sabar bagi saya sulit di pelajari, oleh karena itu saya masih ingin tetap mempelajari ilmu tersebut. Sedangkan untuk ilmu parenting, saya pun masih ingin mempelajarinya, karena saat ini saya adalah ibu yang memiliki anak yang masih membutuhkan perhatian dari seorang Ibu, baik itu tentang pengasuhan atau pun dalam mendidik anak. 
dari Ketiga ilmu tersebut, saya ingin menambahkan ilmu lainnya yaitu Mompreuneur, karena saya sudah memutuskan untuk full menjadi Ibu Bekerja di ranah Domestik, maka saat saya ada di rumah, saya ingin tetap mempelajari bagaimana saya bisa tetap mencari Rezeki tanpa harus meninggalkan anak, dan dari sebelum nikah hingga saat ini saya masih berjualan Online Baju Wanita dan anak. Bismillah, Semoga saya bisa konsisten mempelajari ilmu-ilmu yang saya pilih tersebut.

Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Jika dilihat kembali, Checklist yang saya buat adalah checklist harian yang benar-benar bisa di lakukan setiap hari, tapi memang mungkin saya kurang konsisten mengerjakannya, maka hingga saat ini pun saya belum bisa mengerjakan semuanya, walaupun ada sebagian yang sudah rutin saya kerjakan. Semoga selanjutnya saya bisa lebih konsisten lagi dalam mengerjakan Cheklist harian ini. 

Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat. 

Sejak Menikah dan memiliki buah hati saya lebih menyukai ilmu tentang Rumah tangga dan pola asuh anak serta pendidikan anak mulai sejak lahir hingga usia sekolah. Cita-cita saya ingin menjadi Istri dan Ibu yang Baik bagi Keluarga kami kelak. Dan Alhamdulillah Allah mempertemukan Ibu profesional sehingga saya bisa ikut bergabung dengan sekumpulan Ibu Hebat di sini. 

Selain itu, sejak kecil saya sangat suka sekali berjualan, waktu kecil saya belajar berjualan dengan menjual kopi dan shampoo pada keluarga di rumah, saat semuanya habis rasanya senang sekali karena uang yang saya peroleh bisa saya belikan lagi dan dijual kembali. Dan akhirnya Saat saya lulus kuliah, saya mulai berjualan online hingga saat ini. Jadi saya ingin menjadi Mompreneur yang bisa memperoleh rezeki yang barokah dari rumah dengan berdagang tanpa harus meninggalkan anak. 

Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.


Untuk bisa menguasai ilmu-ilmu tersebut, maka tahapan misi hidup yang harus dikuasai oleh saya adalah :
  1. Ilmu Parenting : Pola Asuh anak, Cara mengetahui potensi anak, Mendidik anak dengan baik, Menjadi orang tua yang baik 
  2. Ilmu Ibu Profesional : Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Bunda Sholehah
  3. Ilmu Mompreneur : Adab Jual Beli dalam Islam, Ilmu Marketing, Ilmu menjadi Pengusaha dll.  

Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

  1. KM 0 - KM 1 (2018, Saat ini) : Mempelajari Tentang ilmu parenting anak usia 4 tahun, bagaimana menjadi guru bagi anak saat anak belum masuk sekolah, ilmu tentang Bunda sayang
  2. KM 1 - KM 2 (2019) : Mendampingi anak saat belajar, menemani anak saat mengulang pelajaran yang diperoleh dari sekolah, Mempelajari Ilmu tentang Bunda cekatan.
  3. KM 2 - KM 3 (2020) : Mempelajari ilmu produktif
  4. KM 3 - KM 4 (2021) : Mempelajari ilmu Sholeha

Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

untuk cheklistnya saya mencoba 10 hari pertama selama 3bln, dan sudah di cantumkan di NHW #2.

Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Bismillah, Semoga tetap Istiqomah.




Friday, August 17, 2018

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH NHW #3



Alhamdulillah di kelas Matrikulasi ini, kami sudah masuk minggu ke 3, itu Artinya kami telah Memperolah Materi 3 dan NHW #3, Aah makin Seruuu nihh materinya, Sampai saya di buat untuk berpikir kembali, mengenang yang telah lalu dan bertanya pada diri sendiri kenapa saya bisa ada di keluarga saya saat ini.

Materi di Pekan ke 3 ini berjudul 'Membangun Peradaban dari dalam Rumah'. Sekilas terdengar simple dengan judul tersebut, tapi sebenarnya, untuk menjalaninya kita harus sungguh-sungguh.

Kita sebagai Orang tua, orang yang telah Allah Pilih dan Percaya untuk membangun Sebuah Peradaban dari dalam Rumah. Rumah kita adalah Pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita bersama suami telah di berikan Amanah sebagai pembangun peradaban melalui Pendidikan Anak-anak kita. Oleh karena itu kita Harus bersungguh-sungguh dalam Mendidik anak-anak kita sesuai dengan kehendakNya, bukan berdasarkan keinginan kita sebagai Orang Tua.

Naahh.. Setelah kita mendalami materi, akhirnya kita di berikan tantangan berupa NHW #3, NHW Kali ini di bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan status kita yaitu Pra Nikah, Nikah dan Single Parent. Karena saya Sudah menikah (Berkeluarga) Maka saya mendapatkan tantangan-tantangan sebagai berikut :

  1. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
  2. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
  3. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
  4. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Waaaaah.. Baru saja saya membaca Pertanyaan tersebut, saya sudah terbawa perasaan, dan Sempat Bingung dengan point Pertama yaitu membuat Surat Cinta untuk Suami, dari mana saya harus memulai merangkai kata untuk menulis surat cinta untuk suami, saya menyayangi dan mencintai suami saya, tapi saya tidak pandai untuk mengungkapkan itu semua, saya lebih suka kalau suami saya yang lebih mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya kepada saya, bahkan saya kadang mempertanyakannya kepada Suami.. hehe.. 😁

Saya Bukan wanita yang mudah sekali mengungkapkan kata-kata Cinta kepada Suami, tapi setiap berjauhan (Suami Dinas Luar) atau sedang LDM (saya pulang kerumah Ibu saya) Saya Merasa Kangen dengan semua sikapnya. Yuppz, Mungkin Wanita seperti itu kali yaa, ada rasa 'Gengsi' untuk mengutarakannya πŸ˜… hehehe.. 
Akhirnya Setelah saya Berpikir Keras dan Terngiang-ngiang dalam tidur (Hahah..Lebaay) dalam merangkai sebuah kalimat untuk suami saya, dan inilah Hasilnya Di Sini 

Saya mengirim Surat Cinta itu melalui WA Kepada Suami pagi hari, tapi karena Suami sedang banyak kerjaan di kantor, jadi sampai saya menulis ini (Sore hari) belum juga di respon sama suami, tapi saya sudah bisa membayangkan atau menebak bagaimana respon beliau.. πŸ˜„ I Know you So Well Abang.. 😁. 

Sekarang kita Lanjut ke point kedua, Alhamdulillah 5 tahun Pernikahan, Kami di Amanahi Seorang Anak laki-laki Bernama Arli Hisyam Abdullah (4 tahun) dan Calon anak kedua kami masih di dalam rahim saya yang kini sudah 6 Bulan. Jadi saya bercerita tentang Anak Pertama saya yg bernama Arli. 
Arli adalah anak yang kami tunggu selama 8 bulan pernikahan, saat itu kami tinggal di Pangkalpinang karena Suami saya baru di pindah tugaskan dari Aceh (Lhokseumawe).

Kami baru saja memulai Berumah Tangga dengan tinggal di Rumah Kontrakan tetapi kami sangat Bahagia saat itu, di tambah saat itu saya Telah di nyatakan Positif hamil. Singkat Cerita, Saat sudah mendekati Kelahiran, saya Pulang kerumah Orang tua saya karena saya ingin dekat dengan ibu saya, tetapi saat Arli sudah menginjak Usia 9 bulan kami bawa kembali ke Pangkalpinang, saat itu Arli adalah Teman saya di rumah, karena suami Kerja pagi hingga sore hari. Jadi Arli benar-benar teman penghilang bosan di rumah, saya menemaninya main sepanjang hari. Karena ada Arli, saya tidak merasa bosan walaupun seharian di rumah dan berada di tanah rantau. 

Arli tumbuh Menjadi Anak yang Ceria dan banyak cerita, di Usianya yang baru 1,5 tahun sudah banyak kata-kata yang keluar dari mulut mungilnya, Saat Usianya 2 tahun kosakatanya makin banyak dan semakin jelas. Arli tumbuh seperti Anak seusianya, tapi saat ia pulang kerumah neneknya dan bertemu dengan sepupunya, ia mulai menemukan minatnya, saat itu sepupunya Usia 4,5 tahun sudah memiliki Pensil Warna dan gambar mewarnai, tetapi yang lebih minat akan mewarnai justru Arli bukan sepupunya, sejak saat itu Arli pun mulai belajar memegang pensil dan mulai mewarnai, walaupun pertama kali masih coret2 tapi saya biarkan saja, Biarkan Arli berkreasi sendiri pikirku. Hingga saat ini di usia 4 tahun minat mewarnainya masih ada dan semakin berkembang, dan hasilnya semakin hari semakin rapi. Alhamdulillah..


Anak Kami saat Belajar Mewarnai (2,5 tahun)

Dan di usia yang sama pada saat itu (2,5 tahun), saya juga mengajarkan Arli huruf Hijaiyah dan Alfabet, Tapi Arli lebih cepat bisa menghapal Semua huruf Alfabet  di usia 3 tahun, jadi 6 bulan waktu yang saya butuhkan untuk mengajarkannya dan Alhamdulillah sudah hafal semua. Namun huruf hijaiyah yang belum semua dihapalnya, dan saat ini saya sedang berusaha mendampingi Arli untuk belajar Iqro, Bismillah...mumpung belum sekolah, jadi saya lah yang menjadi guru Arli di rumah.

Saat kecil, saya tidak banyak memiliki teman, jadi saya lebih sering main sendiri dirumah, dirumah, saya sering bermain peran menjadi seorang Guru, dengan bermodalkan coret-coret pinggiran lemari Ibu saya yang saya jadikan papan tulis, dan kapur hasil saya minta di sekolah tempat ibu saya mengajar, saya menulis depan papan tulis lemari, dan saya pun mulai mengajar, akhirnya saat lulus kuliah saya di takdirkan Allah untuk menjadi seorang Guru, Namun karena Suami sering pindah kerja, akhirnya saat ini saya hanya ingin menjadi Guru bagi anak-anak saya. Hingga Suami terkadang kaget saat pulang kantor, ia mendapati anaknya sudah bisa ini dan itu, dan Suami pun tau itu hasil usaha saya yang setiap hari membersamai anak saya.

Sejak awal menikah saya memang belum memiliki lingkungan tempat tinggal yang tetap, awal menikah saya tinggal di lhokseumawe 2 bulan, kemudian suami di pindahkan ke pangkalpinang selama 2 tahun, kami mengontrak, disini memang kondusif sekali lingkungannya, tetapi karena saya merasa orang baru di tanah rantau dan saya kurang bisa untuk bersosialisasi dengan kendala bahasa yang belum bisa saya mengerti, jadi saya hanya sekedar tegur sapa dengan tetangga. Setelah 2 tahun di pangkalpinang, Suami saya di Pindah tugaskan ke Palembang, Di palembang saya masih tinggal di rumah mertua di sini saya belum merasa nyaman, jadi saya kurang bisa bersosialisasi dengan yang lain, saya hanya keluar untuk beli sayur ke warung atau menyapa tetangga saat saya jalan pagi bersama Suami dan Anak.
Saya tidak pandai bersosialisasi, dan terkadang kendala bahasa pun saya merasa kurang bisa mengakrabkan mereka. mereka lebih sering menggunakan bahasa daerah, Sedangkan saya belum bisa menguasai bahasa di lingkungan yang sekarang.

Semoga nanti di Lingkungan saya yang baru, saya bisa lebih bersosialisasi lagi dengan lingkungan sekitar dan bisa lebih bermanfaat bagi diri saya dan lingkungan sekitar.












Friday, August 10, 2018

INDIKATOR IBU PROFESIONAL NHW #2



Bismillah.... 😊

Kembali belajar untuk menulis lagi, walaupun hingga saat ini saya masih saja belum bisa untuk merangkai kata dengan baik. Tetapp di coba yaa.. Semangattt Bunda.. 😁

Kali ini, di kelas Matrikulasi IIP batch 6, saya kembali mendapatkan NHW #2 yaitu tentang 'CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN
A. Sebagai Individu
B. Sebagai Istri
C. Sebagai Ibu

Pada NHW ini, kami diminta untuk membuat indikator yang kita sendiri bisa menjalankannya. Kunci untuk membuat indikator kita singkat menjadi 'SMART' yaitu :
1. SPECIFIK (Unik/detil)
2. MEASURABLE (Terukur)
3. ACHIEVABLE (Bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
4. REALISTIC (Berhubungan dengan kehidupan sehari-hari)
5. TIMEBOND (Berikan batas Waktu)

Tugas ini, saya kerjakan setelah saya bertanya kepada Suami dan anak saya Usia 4 tahun. Tetapi Suami masih bingung Ingin seperti apa istrinya ini.. hehe.. πŸ˜… Sedangkan saat saya bertanya kepada anak saya, Alhamdulillah si Kakak Mau menjelaskan dengan bahasanya sendiri ingin seperti apa bundanya ini. Semoga ini bisa jadi introspeksi saya sebagai istri dan ibu.

Bismillah,  Indikator ini saya mencoba untuk 10 Hari pertama, semoga indikator-indikator ini bisa menjadikan saya individu yang lebih baik lagi dan semoga saya bisa tetap istiqomah menjalankannya, tidak hanya sekedar untuk memenuhi tugas tapi sebagai Indikator hidup saya sebagai Istri dan ibu kebanggan keluarga. Aamiin.. 😊


Silahkan kilik Gambar utk Lebih jelas.




Thursday, August 2, 2018

UNIVERSITAS KEHIDUPAN NHW #1


Sudah sangat lama sekali rasanya jari ini tidak menari di atas keyboard netbook kesayangan ini, biasanya netbook saya gunakan utk membuat Resume materi bahan mengajar sambil belajar berkreasi membuat power point sebagai media untuk menyampaikan materi. aah hal yg sering saya rindukan. πŸ˜…

Yuupz.. saya dahulu pernah berprofesi sebagai tenaga pengajar atau bisa di katakan Guru, sejak saya Lulus Kuliah hingga menjelang menikah saya mengajar di sekolah SMP dan MTS serta bimbingan belajar, namun saat saya menikah dan ikut suami ke Lhokseumawe dan kemudian ke pangkalpinang dan sekarang di Palembang, akhirnya saya memutuskan utk menjadi 'Full Mom'. Alhamdulillah saya tidak terlalu merasakan 'jetlag' saat adanya perubahan status yang biasanya saya tiap hari berkegiatan, bertemu dgn siswa2 yg sangat menyenangkan juga sangat menghibur, dan saat itu saya hanya seorang istri di sebuah rumah kontrakan di tanah rantau menanti suami pulang kerja sambil menanti kehadiran Buah hati kami. Alhamdulillah.. 😍

Sejak saya di kenalkan dgn Komunitas Ibu Profesional dan bergabung dengan kelas Matrikulasi IIP batch 6 ini, rasa ingin utk sekedar jari jemari ini menari di atas keyboard pun timbul kembali, Bukan utk menyiapkan materi seperti saat saya masih mengajar dulu tapi hanya ingin menuaikan sedikit tulisan saya sebagai Nice HomeWork yg di berikan di kelas Matrikulasi IIP Batch 6 ini. 

Jujur, saya tidak berbakat dalam menulis, bahkan untuk memulai merangkai kata pun saya harus konsultasikan ke Suami dan teman saya. Mungkin karena pengetahuan saya masih sangat minim, sehingga saya merasa kesulitan utk menuaikan ke dalam sebuah tulisan. Rasanya ada ide tapi tidak bisa keluar dalam sebuah tulisan. 

MATRIKULASI IBU PROFESIONAL

Alhamdulillah sudah satu pekan ini saya bergabung dengan Kelas Matrikulasi IIP batch 6 ini, dari 1800 kuota yang Ibu Profesional Sediakan dan saya termasuk salah satunya. 2 minggu sebelumnya, kami memasuki kelas foundation terlebih dahulu, Kelas foundation ini sebagai perkenalan semua anggota yg tergabung di Regional Banten dan Karawang. Banyak yg mengaku mereka ini -Maaf- Gaptek atau Gagap Teknologi, dan tak sedikit dari mereka dengan jujur membutuhkan bimbingan dari ibu yang lainnya, karena memang disini kami di tuntut untuk melek teknologi, Mulai dari belajar utk Membuat Google Classroom, mengedit Foto, membuat Video, meng copy paste link dari sosmed ke Google Classroom serta membuat Blog. Tapi tidak sedikit pula dari Ibu yang lainnya yang sudah mahir akan teknologi tersebut. Sehingga mereka pun tidak keberatan untuk berbagi dengan yang lain. Jujur saya pun yang dulu sering sekali mengutak atik sesuatu yg baru, sekarang waktu utk melek teknologi hampir tidak ada, sehingga saya pun merasa seperti Keluar dari cangkangnya, untuk mengetahui dan mempelajari perkembangan teknologi saat ini, Masya Allah saya sangat beruntung rasanya bisa bergabung dgn IIP ini walaupun saya lebih sebagai 'Silent Reader' karena saya sering dipanggil anak utk menemaninya bermain, Baru saja saya ambil posisi untuk menyimak diskusi di WAG tiba-tiba si kakak menuntut untuk di temani bermain akhirnya saya harus manjat membaca diskusi sebelumnya saat anak sudah tertidur.. hehee.. 😁

Menurut saya inilah proses Belajar, Belajar tidak mengenal Usia, mereka ibu-ibu pembelajar yang mulai disibukkan dengan rutinitas rumah tangganya, bertekad untuk bisa mengembangkan dirinya berusaha untuk melek teknologi. Masya Allah saya Salut, 'Keterbatasan tidak menghentikan mereka untuk Belajar'. 

Minggu ini saya mendapatkan Homework, yupzz awalnya saya berpikir ini seperti anak sekolah yang di berikan Pekerjaan Rumah (PR) oleh guru mereka. Tapi memang di Ibu Profesional ini kami sedang mengikuti Kuliah, walau hanya secara online, tapi saya merasa ini seperti nyata kuliah di bangku kuliah. Kami diberikan Materi kemudian adanya diskusi serta tugas yang harus kami kerjakan. Tapi di IIP ini tugasnya mereka namakan  NHW 'Nice Homework' Baiklah ini akan menjadi Pekerjaan rumah yang Menyenangkan Insya Allah. Semangatt. 😁

Utk NHW #1 ini kami diberikan 4 pertanyaan yang penilaiannya bukan karena benar atau salah. Karena NHW ini bukan masalah benar atau salah, tetapi dalam rangka semakin mengenali diri untuk bekal menjadi ibu profesional😘😘 Jadi jangan anggap seperti sekolah atau kuliah, melainkan mengisi setiap NHW sesuai dengan keadaan kita pribadi. Tapi tetap akan dilihat NHW yang penuh kreatifitas, menginspirasi dan memotivasi. 

Bismillah..... πŸ’ͺ
4 pertanyaan itu adalah : 

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? 

Ilmu yang ingin saya tekuni di kehidupan ini adalah : 
- Ikhlas 
- Sabar
- Parenting 

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

Jujur saya hanya manusia biasa yang terkadang sulit menerima keadaan yang Allah takdirkan kepada saya. Manusiawi sebenarnya ya, setiap orang ingin hidupnya sesuai dengan keinginan, tapi kembali lagi, 'Semua yang Allah Takdirkan kepada umatnya Insya Allah itu yang terbaik bagi umatNya. Itu yang perlu di tandai di hati setiap manusia, Manusia Boleh Berencana, tapi tetap Allah lah yang menentukan. Maka dari itu manusia perlu Ikhlas menerima semuanya, jika Takdir Allah tidak sesuai dengan hati setiap manusia maka ia perlu BERSABAR

Allah Berfirman: "Bersabarlah kalian. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar."

Dalil ini menunjukkan bahwa sabar itu wajib. Dalam hal ini, seseorang menahan diri dari segala ujian yang menimpanya dan itu dianggap berat olehnya tapi dengan dia menahan diri dengan jalan bersabar, maka dia menjauhkan dirinya dari kemarahan terhadap segala yang menimpanya demi menjaga keimanannya.


Utk ilmu yg ketiga saya memilih Parenting. Pendidikan Parenting merupakan pendidikan yang berkaitan dengan cara atau teknik pengasuhan atau mengasuh anak saat mereka tumbuh berkembang.

Dalam parenting education ini memiliki tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melaksanakan perawatan dan pengasuhan anak-anak mereka, serta meningkatkan kesadaran orang tua atau anggota keluarga lain sebagai pendidik yang pertama dan utama.

Saya merasa belum bisa maksimal menjadi Seorang Ibu, saya butuh banyak belajar dalam proses pengasuhan anak dan mengembangkan potensi anak. Saya ibu ranah domestik yang sudah mencurahkan semua waktunya dirumah, tetapi terkadang waktu saya terbuang percuma tanpa memberikan sesuatu yang positif bagi anak. Karena saya ingin menjadi Madrasah Pertama bagi anak-anak kami. Insya Allah



3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Sabar dan Ikhlas kedua sifat ini memang mudah sekali diucapkan, tapi sangatlah sulit untuk di praktekkan di kehidupan. 

Ketika cobaan datang silih berganti kadang hati rasanya tak sanggup untuk menahan, hingga kita emosi bahkan hingga marah-marah dan itu sikap yang tidak di benarkan. 

Segala sesuatu bisa berjalan dengan baik jika di niatkan dalam hati dan bersungguh-sungguh, begitu juga jika kita ingin menjadi pribadi yang sabar dan ikhlas. Yakinkan pada diri sendiri bahwa kita mampu dan semata-mata karena Allah, insya Allah kita akan mampu menjdi pribadi yang ikhlas dan sabar. 

Selain itu, kita perlu mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah kepada Allah dapat mendekatkan kita dengan sang Pencipta
  

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Ilmu Ikhlas dan Sabar memang sangat di Butuhkan, kenapa demikian? Saya adalah seorang anak yang memang tidak pernah jauh dari Orang tua terutama Ibu. Saya dahulu kala, ingin tetap dekat dengan ibu walaupun sudah menikah , tetapi jalan hidup saya, saya harus hidup merantau mengikuti suami saya, walaupun saya sering sekali pulang.. hehehe..

Saya harus bisa menerima kondisi saya untuk merantau jauh dari orang tua. Saya harus benar-benar menyadari dan menerima kalau sekarang saya adalah seorang Istri yang harus mengikuti kemana suami pergi, sehingga walaupun saya pergi meninggalkan orang tua dan keluarga saya harus bisa menerima kondisi tsb. Dan apabila saya rindu dengan kampung halaman, saya butuh sabar, menanti saatnya saya diizinkan untuk pulang bertemu dengan keluarga. Selama ini suami saya adalah suami yang benar-benar sabar dan mengalah dengan kondisi sang istri, yang selalu mengizinkan kapan saatnya saya ingin sekali pulang. Alhamdulillah ya Allah.. jadi saat saya sudah merasa bosan di tanah rantau saya dikasih kesempatan untuk pulang. Terimakasih Abang.. 😊

Untuk lebih memahami Ilmu Parenting, saya lebih sering membaca postingan tentang Parenting di Web atau Media Sosial, mencoba membuka mata lebar akan perkembangan dunia anak saat ini, karena perkembangan zaman dan teknologi saat ini memang berbeda dengan saat saya masih kecil, sekarang anak di hadapkan dengan perkembangan teknologi yang benar-benar butuh pengawasan total dari orang tua. Tontonan anak saat ini menunjukkan sikap yang tidak baik, tidak sedikit sikap anak banyak mengikuti dari tontonan yang ia tonton. jd saya sebagai seorang ibu Wajib untuk mendampingi apa yang akan ia tonton dan memfilter tontonan yang ada. Selain itu mainan anak, anak saya termasuk anak yang belum mengenal apa itu game, Alhamdulillah saya tidak pernah mengenalkan game kepada anak, tetapi lingkungan sekitar mempengaruhi anak untuk sekedar ingin tahu dengan kesenangannya itu, dan Alhamdulillah anak saya sampai saat ini belum terpengaruh untuk terjaring game atau tontonan youtube walaupun dia sudah tau cara membuka youtube dari lingkungan sekitar, tetapi tidak berani membuka youtube, Alhamdulillah.. Karena menurut saya gadget lebih membahayakan bagi kesehatan mata anak.

Saya mencoba untuk terus mendampingi anak saya main, apapun itu, anak saya lebih berminat untuk mewarnai, meminta untuk dibacakan buku cerita atau main sambil berdialog dengan robot kesayangannya.

Saya mengenalkan anak mewarnai sejak umur 2,5 th hingga saat ini usianya menginjak 4 tahun dan hasilnya cukup memuaskan, cara mewarnainya mulai rapih walaupun belum sekolah. Saat mewarnai saya pun ikut mewarnai, itu sebagai Totalitas saya untuk mendampingi anak bermain, sehingga anak senang karena di dampingi oleh orang tuanya.

Dan inilah salah satu hasil mewarnai Arli Anak saya. 






Harapan saya, semoga Saya Bisa Mengamalkan ilmu kehidupan ini dengan Baik, bisa menjadi Istri dan Ibu terbaik di keluarga kecil kami. Ammin. 😊









SEBUAH CATATAN TENTANG "AKU"

Assalamualaikum Aku..?? Apakah kamu baik2 saja?? Apa kabar harimu?  Bagaimana hatimu saat ini?? Senangkah?? atau hatimu sedang tak...