Sejatinya semua ibu adalah Bekerja, Baik itu Ibu yang Bekerja di ranah Domestik maupun Ibu yang bekerja di Ranah publik, keduanya wajib profesional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut.
Pada materi ke 6 ini, kami diingatkan kembali sebenarnya apa motivasi kami memilih peran yang kami pilih saat ini. Apakah masih Asal Kerja yang hanya untuk menggugurkan kewajiban atau didasari sebuah Kompetisi Sehingga selalu ingin bersaing dengan keluarga lain atau Karena Panggilan Hati sehingga kita merasa ini bagian dari peran kita sebagai khalifah.
Pernyataan tersebut membuat saya introspeksi diri ini, apakah saya mengerjakan semua urusan Rumah Tangga ini benar-benar ikhlas karena panggilan hati sebagai Istri dan Ibu dari keluarga kecil saya? Karena nyatanya saya masih sering meminta bantuan suami untuk membantu menyelesaikannya atau membagi tugas rumah tangga dengan suami saat weekend.
Peran ibu sejatinya adalah seorang manager Keluarga, Jadi saya harus menanamkan di pikiran bahwa 'Saya Manager Keluarga' Setelah itu bersikap dan berpikirlah selayaknya Seorang Manager. Namun semua Ibu pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik dirumah ataupun di tempat kerja. Maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :
Peran ibu sejatinya adalah seorang manager Keluarga, Jadi saya harus menanamkan di pikiran bahwa 'Saya Manager Keluarga' Setelah itu bersikap dan berpikirlah selayaknya Seorang Manager. Namun semua Ibu pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik dirumah ataupun di tempat kerja. Maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :
- PUT FIRST THINGS FIRST : Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama.
- ONE BITE AT A TIME : Lakukan setahap demi setahap, lakukan Sekarang, Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan.
- DELEGATING : Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan entah itu ke anak yang lebih besar, atau ke Asisten Rumah Tangga.
"Belajar Menjadi Manager Keluarga Handal" inilah tugas yang diberikan kepada kami kali ini. Mengapa menjadi manager keluarga yang handal? Karena hal ini akan mempermudah kami untuk menemukan peran hidup kami dan semoga mempermudah kami mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.
Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak pernah ada habisnya membuat kita merasa sibuk, sehingga seolah tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri, Meningkatkan kompetensi diri, sehingga tercapailah sebuah peran.
Maka ikutilah Tahapan-tahapan ini :
Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
Aktivitas yang Penting
Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak pernah ada habisnya membuat kita merasa sibuk, sehingga seolah tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri, Meningkatkan kompetensi diri, sehingga tercapailah sebuah peran.
Maka ikutilah Tahapan-tahapan ini :
Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
Aktivitas yang Penting
- Beribadah
- Mengasuh dan Mendidik Anak
- Berjualan Online
Aktivitas yang tidak penting
- Menonton Youtube / Menonton Drama Korea
- Melihat-lihat Sosial Media (Fb, Instagram)
- Melihat-lihat Marketplace (Online Window shopping)
Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Aktivitas yang Penting. Saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak, saat anak tertidur saya gunakan untuk upload produk terbaru untuk online shop saya. Tetapi sesekali saya membuang waktu hanya untuk melihat-lihat sosial media. Sedangkan Semenjak saya bergabung dengan Ibu Profesional, saya jadi tidak punya waktu untuk menonton drama korea karena dateline tugas NHW di tiap minggunya, membuat saya harus konsentrasi mengerjakannya... hehee..
Jadikan 3 Aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, Tengok NHW Sebelumnya agar selaras.
Beribadah
- Sholat wajib tepat waktu
- Sholat dhuha tiap hari minimal 4 rakaat
- Mengajarkan Anak Mengaji
- Membaca Al-qur'an Sehabis sholat Magrib
Mengasuh dan Mendidik Anak
- Membuat kurikulum Pendidikan Anak
- Rutin Membacakan buku untuk anak
- Mendampingi anak belajar Menulis, Mewarnai dll.
- Menemani anak saat bermain.
Berjualan Online
- Belajar tentang Marketing
- Belajar pencatatan keuangan yang baik
- Belajar Mengedit Foto agar tampak menarik
- Merekap pendapatan tiap bulan.
Kumpulkan aktivitas Rutin menjadi satu waktu, berikan "Kandang Waktu" dan Patuhi Cut off time.
Sejak Lebaran yang lalu, saya tinggal di rumah ibu saya dan LDM dengan suami karena saya sedang mengandung dan berencana melahirkan dirumah orangtua saya, Sedangkan aktivitas rutin dirumah orang tua saya sudah ada Asisten Rumah Tangga yang mengerjakannya, Jadi selama di rumah orang tua, saya hanya membersamai anak saja, Sehingga pengumpulan aktivitas rutin menjadi satu waktu ini saya tentukan berdasarkan saat saya tinggal bersama suami, dan akan saya gunakan kembali saat saya kembali lagi kerumah bersama suami setelah lahiran nanti , Tetapi mungkin akan ada sedikit perubahan saat anak kedua saya lahir.
Berdasarkan saat saya tinggal di rumah bersama suami, waktu melakukan pekerjaan rumah tangga seperti masak mencuci dan bersih-bersih rumah saat jam 05.00 - 07.00, Jadwal ini harus saya patuhi jika tidak ingin ada yang tertunda di siang hari dan pada saat anak tidur siang saya bisa mengerjakan pekerjaan lainnya seperti melihat orderan olshop saya atau sekedar upload produk baru.
Setelah tahap di atas selesai anda tentukan, Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
inilah Jadwal yang saya susun. Silahkan klik untuk memperbesar gambar.
Aktivitas dinamis biasanya saya gunakan untuk mengobrol dengan suami, Melihat anak bermain bersama Abinya hingga anak tidur pukul 21.00 - 22.00. Jika saya belum mengantuk biasanya saya gunakan untuk mengupload / cek olshop atau sekedar menonton film /drama korea, Karena untuk saya itulah hiburan saat di rumah. hehe.. 😂
Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Insya Allah semoga tetap istiqomah.
Wassalam.
Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Insya Allah semoga tetap istiqomah.
Wassalam.



No comments:
Post a Comment